Trump Beri Ultimatum 10 Hari ke Iran: Kesepakatan atau Eskalasi Militer

- Jumat, 20 Februari 2026 | 01:50 WIB
Trump Beri Ultimatum 10 Hari ke Iran: Kesepakatan atau Eskalasi Militer

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum keras kepada Iran, memberi waktu sekitar sepuluh hari bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington atau berisiko menghadapi eskalasi militer. Peringatan ini disampaikan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, DC, Kamis (19/2/2026), menandai tekanan diplomatik yang semakin intens di tengah pembicaraan kedua pihak.

Ultimatum di Tengah Pembicaraan

Dalam forum tersebut, Trump menekankan pentingnya kesepakatan yang nyata dan berdampak segera antara AS dan Iran. Pernyataannya, yang dikutip dari laporan media internasional pada Jumat (20/2/2026), terdengar seperti sebuah garis batas waktu yang tegas namun terbuka terhadap dua kemungkinan hasil.

“Mungkin kita akan melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan membuat kesepakatan. Kalian akan mengetahuinya dalam 10 hari ke depan,” tuturnya.

Klaim Pengaruh terhadap Gaza dan Pengerahan Militer

Presiden Trump juga menghubungkan dinamika dengan Iran dengan konflik lain di kawasan. Ia kembali mengklaim bahwa serangan gabungan AS dan Israel terhadap fasilitas Iran pada Juni tahun sebelumnya telah membuka jalan bagi gencatan senjata di Gaza. Menurut perspektifnya, tekanan militer terhadap program nuklir Iran menjadi faktor kunci yang mendorong negara-negara regional untuk berani berkompromi.

Namun, ultimatum ini justru muncul di saat yang cukup runcing. Hanya beberapa hari sebelumnya, perwakilan Washington dan Teheran baru saja menyelesaikan putaran kedua pembicaraan tidak langsung di Jenewa. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bahkan sempat memberikan sinyal positif usai pertemuan.

Ia menyatakan kedua pihak mencatat “kemajuan yang baik” dan telah menyepakati sejumlah prinsip dasar untuk melanjutkan perjanjian, ungkapnya.

Di balik nada optimis dari jalur diplomasi, langkah-langkah militer AS di lapangan justru menunjukkan persiapan untuk skenario terburuk. Pengerahan dua kapal induk beserta puluhan jet tempur tambahan ke kawasan Teluk dalam beberapa hari terakhir mengirim pesan yang jelas: Washington menyiapkan opsi lain selain meja perundingan.

Situasi ini menempatkan Iran pada posisi yang dilematis, harus menimbang janji kemajuan diplomatik di satu sisi dengan ancaman eskalasi yang sangat nyata di sisi lain. Sepuluh hari ke depan akan menjadi periode kritis yang menentukan arah hubungan kedua negara yang sudah lama memanas.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar