PARADAPOS.COM - Gelombang serangan rudal Iran yang menerjang Israel memicu kekacauan dan kepanikan di sejumlah wilayah, termasuk di ibu kota Tel Aviv. Situasi ini mendorong ribuan warga Israel berduyun-duyun ke Bandara Internasional Ben Gurion, Senin (9/3), berusaha meninggalkan negara itu menyusul penutupan sementara bandara. Kekacauan semakin bertambah dengan adanya laporan bahwa aparat kepolisian Israel sengaja menonaktifkan sejumlah kamera pengawas (CCTV) di ruang publik.
Kepanikan Massal di Bandara Ben Gurion
Suasana mencekam langsung terasa di pusat transportasi udara utama Israel. Berdasarkan video yang diunggah oleh akun Instagram @gazaupdate, terlihat kerumunan warga yang panik memadati area bandara. Mereka tampak berdesakan, berusaha mendapatkan penerbangan keluar negeri setelah sejumlah penerbangan dibatalkan akibat situasi keamanan yang tidak menentu.
Akun tersebut menggambarkan situasi yang kacau balau. "Kekacauan besar melanda warga Israel, ribuan warga Israel berebut hendak kabur keluar meninggalkan Israel," tulisnya.
Kepanikan itu, menurut narasi dalam unggahan, berakar dari rasa tidak aman yang mendalam. "Mereka tidak merasa aman lagi, setelah rudal Iran berhasil berkali-kali menembus pertahanan udara Israel, dan menembus bunker yang diyakini selamat. Ternyata korban tidak berhenti berjatuhan," jelas akun @gazaupdate lebih lanjut.
Upaya Penonaktifan CCTV dan Kontrol Informasi
Selain merekam kepanikan di bandara, akun yang sama juga menyoroti tindakan tidak biasa dari aparat keamanan Israel. Dalam video terpisah, terlihat personel kepolisian diduga sengaja mencopot dan merusak kamera CCTV yang terpasang di jalan-jalan dan permukiman.
"Rekaman kepolisian Israel mencopot dan menonaktifkan kamera CCTV di sejumlah jalan dan lingkungan pemukiman untuk mencegah video serangan Iran beredar luas," kata akun itu memberi keterangan atas video tersebut.
Langkah ini disebut sejalan dengan peringatan resmi pemerintah. "Dilaporkan Pemerintah Israel mengumumkan ancaman hukuman penjara dan denda bagi warga yang merekam dan menyebar luaskan serangan Iran," tegas unggahan itu pada hari yang sama.
Klaim Sensor Informasi dari Luar Negeri
Praktik pembatasan informasi ini juga mendapat sorotan dari politikus Inggris, George Galloway. Dalam pernyataannya yang dikutip dari sebuah program di platform video, Minggu (8/3), Galloway menuding adanya sensor besar-besaran oleh pemerintah Israel dan media Barat terkait dampak sebenarnya dari serangan Iran di Tel Aviv.
Ia mengklaim bahwa Israel menutupi jumlah korban dan kerusakan material yang sebenarnya, yang disebutnya sangat signifikan. Menurut Galloway, informasi detail mengenai besarnya kerugian akibat serangan tersebut sengaja tidak disebarluaskan ke publik internasional.
Serangkaian kejadian ini menggambarkan situasi yang tidak hanya tegang secara militer, tetapi juga penuh gejolak di tengah masyarakat serta mengundang pertanyaan mengenai transparansi informasi di tengah krisis.
Artikel Terkait
Senator AS Ungkap Motif Ekonomi di Balik Konflik dengan Iran
Mojtaba Khamenei Ditunjuk Majelis Ahli sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru
Analisis Forensik: Bukti Kuat Serangan Rudal AS Hancurkan Sekolah Putri di Iran
Iran Tetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru, AS-Israel Ancam Lanjutkan Serangan