Qatar dan UEA Cegat Ratusan Rudal dan Drone, Korban Jiwa Berjatuhan

- Selasa, 10 Maret 2026 | 01:50 WIB
Qatar dan UEA Cegat Ratusan Rudal dan Drone, Korban Jiwa Berjatuhan

PARADAPOS.COM - Sistem pertahanan udara Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone pada Senin (9/3/2026), dalam gelombang serangan yang memperdalam ketegangan di kawasan Teluk. Serangkaian insiden ini menewaskan beberapa personel militer dan warga sipil, memicu kecaman keras dari negara-negara Arab serta aksi diplomatik sebagai bentuk protes.

Respons Militer di Qatar dan UEA

Otoritas di Doha dan Abu Dhabi melaporkan adanya aktivitas pertahanan udara yang intens disertai ledakan di langit. Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi keberhasilan angkatan bersenjatanya dalam mencegat serangan rudal. Sementara itu, sistem pertahanan UEA mendeteksi total 15 rudal balistik dan 18 drone. Dari jumlah tersebut, 12 rudal dan 17 drone berhasil dihancurkan. Tiga rudal sisanya jatuh ke laut, dan satu drone terhempas di wilayah negara.

Namun, operasi tersebut juga memakan korban. UEA menyatakan dua anggota angkatan bersenjatanya tewas setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh akibat gangguan teknis saat sedang bertugas menanggapi serangan.

Kementerian Pertahanan UEA menyampaikan duka citanya melalui sebuah pernyataan. "Duka cita dan simpati terdalam kepada keluarga korban," ungkapnya.

Korban Jiwa dan Statistik Pertahanan

Eskalasi konflik ini telah merenggut nyawa warga sipil. Serangan-serangan sebelumnya dilaporkan menyebabkan empat orang tewas, yang merupakan warga negara Pakistan, Nepal, dan Bangladesh. Selain itu, sebanyak 117 orang mengalami luka-luka ringan. Secara kumulatif sejak awal perang, otoritas UEA menyatakan sistem pertahanan mereka telah mencegat 233 dari 253 rudal balistik, serta 1.359 dari 1.440 drone yang ditargetkan ke wilayahnya.

Arab Saudi Perkuat Pertahanan dan Lancarkan Kecaman

Di front lain, Arab Saudi juga menghadapi ancaman serupa. Kementerian Pertahanan Kerajaan itu mengumumkan keberhasilan mencegat sembilan drone yang mengarah ke Ladang Minyak Shaybah di wilayah Empty Quarter. Sebuah rudal balistik yang menuju Provinsi Timur juga berhasil ditembak jatuh.

Insiden mematikan terjadi sehari sebelumnya, di mana sebuah proyektil jatuh di kawasan permukiman di Kabupaten Al-Kharj. Tragedi itu menewaskan dua warga Bangladesh dan melukai 12 orang lainnya, serta menyebabkan kerusakan material.

Merespons rangkaian serangan ini, pemerintah Arab Saudi melayangkan kecaman keras. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri mengecam apa yang disebut sebagai kampanye agresi berkelanjutan Iran terhadap negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Pernyataan itu juga memuat peringatan yang tegas. "Jika Iran terus melanjutkan serangannya, negara tersebut akan menanggung konsekuensi diplomatik, ekonomi, dan strategis yang paling berat, serta menjadi ‘pihak yang paling dirugikan’," jelasnya.

Arab Saudi juga menyatakan solidaritas penuh dengan Kuwait dan UEA, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel militer kedua negara, dan berjanji memberikan dukungan atas langkah-langkah yang akan diambil.

Protes Diplomatik Kuwait

Ketegangan juga merambah ke ranah diplomasi. Pemerintah Kuwait untuk kedua kalinya memanggil Duta Besar Iran di Kuwait, Mohammad Toutounchi, sebagai bentuk protes atas serangan yang menargetkan wilayahnya. Kuwait menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan hukum internasional.

Lebih lanjut, otoritas Kuwait menegaskan haknya untuk membela diri. "Kementerian menegaskan hak Kuwait untuk membela diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB," tuturnya, seraya menyatakan penolakan tegas terhadap semua serangan yang menargetkan fasilitas sipil vital di negaranya.

Gelombang serangan dan respons yang mengikutinya ini semakin menyoroti kerapuhan stabilitas keamanan di kawasan Teluk, di mana upaya pencegatan yang canggih sekalipun tidak sepenuhnya mampu mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerusakan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar