PARADAPOS.COM - Militer Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menggunakan Rudal Serangan Presisi (PrSM) jarak jauh dalam operasi tempur nyata, menargetkan sasaran di Iran. Penggunaan senjata baru ini, yang diumumkan oleh Komando Pusat AS (Centcom), menandai sebuah perkembangan signifikan dalam dinamika konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, yang telah memicu serangan balasan dan eskalasi di kawasan Timur Tengah.
Debut PrSM dalam Operasi Militer
Komando Pusat AS secara resmi mengonfirmasi penggunaan perdana rudal PrSM tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang menekankan momen bersejarah ini, Centcom menyatakan rudal ini digunakan selama Operasi Epic Fury.
"Dalam peristiwa bersejarah pertama, Rudal Serangan Presisi (PrSM) jarak jauh digunakan dalam pertempuran selama Operasi Epic Fury," bunyi pernyataan resmi mereka, yang juga menyoroti keunggulan kemampuan serangan jarak jauh AS.
Rudal PrSM sendiri digambarkan memiliki daya hancur yang diyakini melampaui rudal Tomahawk yang telah lama menjadi andalan. Debutnya ini menunjukkan upaya AS untuk mengintegrasikan aset presisi generasi terbaru ke dalam medan pertempuran kontemporer.
Eskalasi dan Serangan Balasan Iran
Penggunaan senjata baru AS ini terjadi dalam konteks serangkaian serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, yang dilaporkan telah dimulai sejak akhir Februari. Serangan-serangan yang melibatkan jet tempur dan rudal jarak jauh ini dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban di kalangan sipil.
Iran tidak tinggal diam. Sebagai balasan, pasukan Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Yang menarik perhatian banyak pengamat, Iran juga disebut-sebut mengerahkan sistem senjata baru yang sebelumnya belum terungkap secara publik dalam serangan balasan ini.
Munculnya Senjata Baru Iran
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa Iran menggunakan berbagai jenis amunisi dalam serangannya. Salah satu yang menonjol adalah penggunaan amunisi klaster di beberapa wilayah Tel Aviv, yang dilaporkan mengakibatkan kerusakan yang luas. Selain itu, sejumlah video yang beredar di platform media sosial—meski kebenarannya perlu verifikasi lebih lanjut—mengklaim menunjukkan rudal-rudal berkecepatan hipersonik Iran menghujam kawasan seperti Tel Aviv dan Yerusalem.
Klaim mengenai penggunaan senjata baru ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari pejabat militer Iran. Mereka telah mengisyaratkan bahwa militer Iran memiliki sistem persenjataan canggih yang siap digunakan namun belum dipamerkan.
"Sebelumnya para pejabat militer Iran mengatakan, militernya akan menggunakan senjata-senjata baru yang belum pernah diungkap ke publik," ungkap mereka, mengonfirmasi strategi yang tampaknya bertujuan untuk mengejutkan dan menunjukkan kapabilitas yang berkembang.
Artikel Terkait
Video Kebakaran Diklaim Rumah Menteri Israel, Otoritas Belum Konfirmasi
Negara-Negara Ambil Langkah Darurat Hadapi Lonjakan Harga Minyak Global
Qatar dan UEA Cegat Ratusan Rudal dan Drone, Korban Jiwa Berjatuhan
Kepanikan dan Upaya Sensor Warga Israel Serbu Bandara Usai Serangan Iran