AS Gunakan Rudal PrSM untuk Pertama Kali dalam Serangan ke Iran

- Selasa, 10 Maret 2026 | 04:50 WIB
AS Gunakan Rudal PrSM untuk Pertama Kali dalam Serangan ke Iran

PARADAPOS.COM - Militer Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menggunakan Rudal Serangan Presisi (PrSM) jarak jauh dalam operasi tempur nyata, menargetkan sasaran di Iran. Penggunaan senjata baru ini, yang diumumkan oleh Komando Pusat AS (Centcom), menandai sebuah perkembangan signifikan dalam dinamika konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, yang telah memicu serangan balasan dan eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Debut PrSM dalam Operasi Militer

Komando Pusat AS secara resmi mengonfirmasi penggunaan perdana rudal PrSM tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang menekankan momen bersejarah ini, Centcom menyatakan rudal ini digunakan selama Operasi Epic Fury.

"Dalam peristiwa bersejarah pertama, Rudal Serangan Presisi (PrSM) jarak jauh digunakan dalam pertempuran selama Operasi Epic Fury," bunyi pernyataan resmi mereka, yang juga menyoroti keunggulan kemampuan serangan jarak jauh AS.

Rudal PrSM sendiri digambarkan memiliki daya hancur yang diyakini melampaui rudal Tomahawk yang telah lama menjadi andalan. Debutnya ini menunjukkan upaya AS untuk mengintegrasikan aset presisi generasi terbaru ke dalam medan pertempuran kontemporer.

Eskalasi dan Serangan Balasan Iran

Penggunaan senjata baru AS ini terjadi dalam konteks serangkaian serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, yang dilaporkan telah dimulai sejak akhir Februari. Serangan-serangan yang melibatkan jet tempur dan rudal jarak jauh ini dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban di kalangan sipil.

Iran tidak tinggal diam. Sebagai balasan, pasukan Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Yang menarik perhatian banyak pengamat, Iran juga disebut-sebut mengerahkan sistem senjata baru yang sebelumnya belum terungkap secara publik dalam serangan balasan ini.

Munculnya Senjata Baru Iran

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa Iran menggunakan berbagai jenis amunisi dalam serangannya. Salah satu yang menonjol adalah penggunaan amunisi klaster di beberapa wilayah Tel Aviv, yang dilaporkan mengakibatkan kerusakan yang luas. Selain itu, sejumlah video yang beredar di platform media sosial—meski kebenarannya perlu verifikasi lebih lanjut—mengklaim menunjukkan rudal-rudal berkecepatan hipersonik Iran menghujam kawasan seperti Tel Aviv dan Yerusalem.

Klaim mengenai penggunaan senjata baru ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari pejabat militer Iran. Mereka telah mengisyaratkan bahwa militer Iran memiliki sistem persenjataan canggih yang siap digunakan namun belum dipamerkan.

"Sebelumnya para pejabat militer Iran mengatakan, militernya akan menggunakan senjata-senjata baru yang belum pernah diungkap ke publik," ungkap mereka, mengonfirmasi strategi yang tampaknya bertujuan untuk mengejutkan dan menunjukkan kapabilitas yang berkembang.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar