Kelompok Peretas Iran Klaim Retas Ponsel Mantan Panglima Israel, Curi Ribuan Dokumen Rahasia

- Jumat, 10 April 2026 | 09:25 WIB
Kelompok Peretas Iran Klaim Retas Ponsel Mantan Panglima Israel, Curi Ribuan Dokumen Rahasia

PARADAPOS.COM - Sebuah kelompok peretas asal Iran mengklaim telah berhasil menyusup ke ponsel pribadi mantan Panglima Militer Israel, Herzi Halevi, dan mencuri puluhan ribu dokumen sensitif. Klaim ini, jika terbukti, berpotensi menjadi salah satu pelanggaran keamanan siber paling serius yang pernah menimpa pejabat tinggi Israel. Kelompok yang menyebut diri Handala Hack Team itu mengatakan operasi peretasan berlangsung selama bertahun-tahun dan berhasil mengumpulkan lebih dari 19.000 file rahasia, termasuk gambar serta video dari pertemuan-pertemuan tertutup.

Isi Dokumen Rahasia yang Diklaim Diretas

Berdasarkan materi yang telah beredar, file-file tersebut diduga kuat berisi rekaman visual dari sejumlah pertemuan rahasia Halevi dengan pejabat militer negara lain. Salah satu foto yang beredar, misalnya, menunjukkan mantan Kepala Staf IDF itu sedang bertemu dengan mantan Komandan CENTCOM AS, Jenderal Michael Kurilla, di Qatar. Latar foto tersebut memperlihatkan potret Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, di dinding.

Selain itu, terdapat pula dokumentasi kunjungan Halevi ke Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi. Yang juga menarik perhatian adalah sebuah video yang tampaknya direkam di Yordania, di mana Halevi terlihat menyerahkan sebuah belati milik tentara Yordania yang gugur dalam Perang 1967 kepada Kepala Staf Militer Yordania, Jenderal Yousef Huneiti.

Klaim Kelompok Peretas dan Respons

Dalam pernyataan resminya, kelompok peretas tersebut bersikap sangat percaya diri dengan akses yang mereka dapatkan. Mereka menyatakan fasilitas rahasia, peta, dan detail pusat komando Israel telah menjadi "buku terbuka" bagi mereka.

"Semua fasilitas rahasia Anda, ruang krisis, peta, dan bahkan detail terkecil dari pusat komando Anda telah lama seperti buku terbuka bagi kami," ujar kelompok hacker tersebut.

Mereka juga mengancam akan mengungkap materi lebih lanjut secara bertahap, termasuk nama dan wajah komandan senior Israel. "Setiap wajah, setiap komandan, dan setiap pilot kriminal, jelas dan tidak kabur, ada di tangan kami dan akan diungkapkan satu per satu ketika waktunya tepat," lanjut pernyataan itu.

Selain dokumen operasional, kelompok ini juga mempublikasikan materi yang bersifat pribadi, seperti kartu identitas Halevi dan istrinya, serta foto keluarga. Salah satu video yang mereka sebut "memalukan" bahkan menunjukkan Halevi bersembunyi di bawah sebuah piano. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel atau Herzi Halevi sendiri yang mengonfirmasi kebenaran dan lingkup sepenuhnya dari klaim peretasan ini.

Rekam Jejak Handala Hack Team

Ini bukan pertama kalinya Handala Hack Team mengklaim tanggung jawab atas serangan siber terhadap pejabat Israel. Kelompok ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Tahun lalu, mereka mengaku telah meretas akun Telegram mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan membocorkan ratusan pesan serta daftar kontaknya yang ekstensif.

Merespons insiden waktu itu, Bennett mengakui akunnya diretas namun menyebut materi yang bocor merupakan campuran antara informasi asli dan palsu. Kelompok ini juga sebelumnya menargetkan mantan Menteri Kehakiman Ayelet Shaked serta seorang ajudan senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pola serangan mereka menunjukkan fokus yang konsisten pada perangkat pribadi para elite politik dan militer Israel, menjadikan klaim terbaru mereka sebagai eskalasi yang signifikan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar