Trump Perintahkan AL AS Tembak Kapal Penebar Ranjau di Selat Hormuz di Tengah Gencatan Senjata dengan Iran

- Jumat, 24 April 2026 | 06:25 WIB
Trump Perintahkan AL AS Tembak Kapal Penebar Ranjau di Selat Hormuz di Tengah Gencatan Senjata dengan Iran
PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan perintah tegas kepada Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan setiap kapal kecil yang kedapatan menebar ranjau di Selat Hormuz. Perintah ini dikeluarkan pada Jumat, 24 April 2026, di tengah masih berlangsungnya gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang telah diperpanjang tanpa batas waktu. Langkah agresif ini memicu ketegangan baru di jalur perairan strategis tersebut, bersamaan dengan klaim AS bahwa mereka telah mengontrol penuh selat itu.

Perintah Tembak di Tengah Gencatan Senjata

Trump menyampaikan perintahnya melalui platform Truth Social. Ia menuliskan instruksi keras tanpa memberikan ruang bagi keraguan di kalangan personel Angkatan Laut. “Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun… yang memasang ranjau di perairan,” tulis Trump dalam unggahannya. Ia menambahkan bahwa tidak boleh ada keraguan dalam menjalankan perintah tersebut. Sikap ini muncul di saat yang sama ketika gencatan senjata dengan Iran baru saja diperpanjang tanpa batas waktu pada Selasa lalu. Negosiasi damai antara kedua negara disebut-sebut masih berjalan alot dan mandek.

Operasi Penyapuan Ranjau Ditingkatkan

Selain ancaman langsung, Trump juga memerintahkan peningkatan operasi penyapuan ranjau hingga tiga kali lipat. Langkah ini bertujuan membuka kembali jalur transit di Selat Hormuz yang terganggu sejak ofensif AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Menurut laporan Washington Post, Pentagon telah memberi tahu Kongres bahwa proses pembersihan ranjau secara penuh di selat tersebut diperkirakan memakan waktu hingga enam bulan. Ini menunjukkan betapa seriusnya gangguan yang terjadi di jalur pelayaran vital dunia itu.

Iran Diduga Gunakan Ranjau Berteknologi Tinggi

Laporan yang sama menyebutkan bahwa Iran diduga telah menempatkan sedikitnya 20 ranjau di perairan Selat Hormuz. Sebagian dari ranjau tersebut menggunakan teknologi GPS, sehingga sulit dideteksi oleh peralatan penyapuan konvensional. Namun, Teheran dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Iran menyebutnya sebagai propaganda Amerika yang tidak berdasar. Di tengah saling tuding ini, Trump bahkan mengklaim bahwa sebagian besar armada laut Iran telah hancur. Ia menambahkan bahwa kapal-kapal penebar ranjau yang tersisa hanyalah kapal-kapal kecil.

Blokade Laut dan Klaim Kontrol Penuh

Dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan bahwa Washington mengontrol penuh Selat Hormuz. Ia menegaskan tak ada satu pun kapal yang bisa melintas tanpa persetujuan Angkatan Laut AS. Pada saat bersamaan, Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa 31 kapal telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan. Langkah ini merupakan bagian dari blokade laut yang diterapkan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi di lapangan semakin memanas, dengan setiap gerakan militer diawasi ketat oleh kedua belah pihak.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar