Trump Kritik Taktik Militer Israel di Lebanon, Sarankan Suriah Tangani Hizbullah

- Selasa, 16 Juni 2026 | 13:50 WIB
Trump Kritik Taktik Militer Israel di Lebanon, Sarankan Suriah Tangani Hizbullah

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap operasi militer Israel di Lebanon. Dalam pernyataannya, ia menilai Israel telah terlalu lama terlibat pertempuran melawan Hizbullah, yang menurutnya telah menimbulkan terlalu banyak korban jiwa. Kritik ini disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana ia juga menyinggung perundingan nuklir dengan Iran dan menegaskan kembali dukungannya terhadap Israel, meski dengan nada yang tidak sepenuhnya setuju dengan taktik militer negara tersebut.

Kritik Terhadap Taktik Militer Israel

Dalam pernyataannya pada Selasa (16/6/2026), Trump secara spesifik menyoroti metode yang digunakan Israel dalam operasi pencarian anggota Hizbullah. Ia mempertanyakan efektivitas dan dampak dari tindakan tersebut terhadap warga sipil.

“Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu – dan mereka tidak semuanya anggota Hizbullah,” ujar presiden AS itu, dengan nada yang menggambarkan kekhawatiran akan korban sipil.

Ia kemudian memberikan saran alternatif yang cukup mengejutkan. “Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena jujur saja, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan lebih baik,” jelas Trump, menekankan keyakinannya bahwa pendekatan berbeda mungkin lebih efektif.

Klaim Peran dan Hubungan dengan Netanyahu

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menegaskan klaimnya mengenai peran vital Amerika Serikat di bawah kepemimpinannya bagi kelangsungan negara Israel. Ia menyatakan bahwa tanpa dirinya, Israel tidak akan ada seperti sekarang ini.

“Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” ungkapnya dengan tegas.

Meskipun mengkritik langkah militer Israel, Trump mengaku tetap memiliki hubungan yang baik dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia meminta Netanyahu untuk lebih bertanggung jawab terhadap situasi di Lebanon, menunjukkan bahwa hubungan personal tidak serta merta menghalangi perbedaan pandangan dalam kebijakan.

Ini bukan pertama kalinya Trump menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap aksi Israel di Lebanon. Dalam sebuah percakapan telepon sebelumnya, Trump dilaporkan terlibat perdebatan sengit dengan Netanyahu dan menyebutnya ‘sangat gila’. Selain itu, Trump juga sempat menuding bahwa kebijakan Israel menjadi salah satu faktor penyebab tertundanya perjanjian dengan Iran.

Sikap Tegas Terhadap Program Nuklir Iran

Beralih ke isu Iran, Trump menegaskan sikap kerasnya terkait perjanjian yang sedang dirundingkan. Ia menekankan bahwa syarat utama dari perjanjian tersebut adalah larangan total bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.

“Perjanjian ini adalah tembok penghalang menuju senjata nuklir,” kata Trump, sambil membandingkannya dengan perjanjian era Obama yang ia sebut sebagai “jalan menuju senjata nuklir.”

Trump menekankan bahwa kesepakatan baru dengan Iran menetapkan secara jelas bahwa Teheran tidak akan memiliki senjata nuklir. “Satu-satunya hal yang benar-benar penting bagi saya adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan mereka mengatakannya dengan lantang dan jelas,” katanya.

Ia pun memberikan peringatan keras. “Akan ada malapetaka” bagi Iran jika Republik Islam itu bermaksud untuk memperoleh senjata nuklir, tambah Trump dengan nada mengancam.

Sebagai konteks, para pejabat Iran selama bertahun-tahun telah berulang kali menyatakan bahwa Teheran tidak memiliki rencana untuk mengembangkan senjata nuklir. Mereka menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya tetap fokus pada pengembangan energi untuk tujuan damai. Pernyataan Trump ini muncul di tengah dinamika negosiasi yang rumit antara kedua negara.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar