PARADAPOS.COM - Aksi demonstrasi menentang rencana pengadaan 65 unit mobil Toyota Prado untuk anggota parlemen Timor Leste pecah pada Senin (15/9/2025). Sekitar 1.000 orang yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar Gen Z turun ke jalan menolak keras keputusan tersebut.
“Kami meminta anggota parlemen untuk membatalkan keputusan pembelian [Toyota] Prado demi kemajuan diri,” ujar Leonito Carvalho, mahasiswa Universitas da Paz, dikutip Channel News Asia, Selasa (16/9/2025).
Carvalho menegaskan unjuk rasa akan terus dilakukan jika rencana tidak dibatalkan. “Jika tidak, kami akan tetap berdiri di sini,” tegasnya.
Awalnya aksi berlangsung damai, namun kemudian memanas setelah sejumlah pendemo melempar batu dan merusak beberapa kendaraan. Situasi tersebut memaksa polisi melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa.
Pejabat Kepolisian Nasional, Justino Menezes, menyatakan pihaknya akan memanggil koordinator aksi untuk dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan yang ditimbulkan.
Kritik atas Kebijakan Pengadaan Mobil
Rencana pembelian 65 mobil dinas dinilai tidak relevan dengan kondisi ekonomi Timor Leste. Berdasarkan data Bank Dunia, sekitar 40 persen warga negara tersebut masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Bahkan, sejumlah partai politik yang sebelumnya menyetujui anggaran 2025 kini menarik dukungan. Dalam pernyataan bersama, Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor menegaskan bahwa pembelian mobil mewah itu tidak mencerminkan kepentingan publik.
Sumber: bukamata
Artikel Terkait
Iran Ancam Luncurkan Torpedo Supercepat Hoot di Tengah Kebuntuan Negosiasi dengan AS
Iran Peringatkan Blokade AS di Selat Hormuz Tak Akan Berhasil, Konfrontasi Bersenjata Jadi Opsi
AS Tingkatkan Tekanan ke Iran di Selat Hormuz, Teheran Manfaatkan Gencatan Senjata untuk Perkuat Kesiapan Tempur
Trump Desak Iran Segera Negosiasi Program Nuklir di Tengah Kebuntuan Dialog Damai