Zubairi menjelaskan, tahi lalat dalam perkembangannya dapat berubah dari yang semula datar menjadi timbul, atau yang memang sudah menonjol dapat membesar.
Baca Juga: Perekonomian Indonesia 2024 diprediksi akan membaik, Sri Mulyani : Harus tetap waspada
“Perubahan besarnya tahi lalat bisa dikatakan normal, tetapi dapat juga merupakan suatu kelainan seperti kanker kulit,” katanya.
Kanker kulit sering dihubungkan dengan paparan sinar matahari yang berlebihan. Karena itu, jika hendak pergi ke tempat di mana kulit akan terpapar sinar matahari sebaiknya pakai pelindung kulit.
“Seperti pakai baju lengan panjang, memakai topi, payung dan suncream,” jelas Zubairi Djoerban.
Baca Juga: Gunung Marapi kembali erupsi, siang tadi meletus dengan skala besar
Ia menjelaskan hasil pengobatan kanker kulit sebenarnya cukup baik, sekitar 85-90 persen dapat sembuh sempurna.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmerapi.com
Artikel Terkait
Rahadi Algamar, Mahasiswa MNC University, Raih Juara 3 Pop Royalty Singing Competition 2025
Viral Bukti Selingkuh Hamish Daud & Chef Sabrina: Pinterest Hingga Video Raisa Jadi Sorotan
Reza Gladys Gugat Balik Nikita Mirzani, Tuntut Pengembalian Rp4 Miliar
The Grumpy Chef: Arti Julukan, Profil Sabrina Alatas & Fakta Isu Terbaru