Relawan Sedulur Jokowi Tegaskan Loyalitas Penuh kepada Jokowi dan Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ketua Umum Relawan Sedulur Jokowi, Prof. Paiman Raharjo, secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa relawan Jokowi mulai meninggalkan Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo. Menurutnya, isu tersebut sengaja disebarkan oleh oknum tertentu dengan tujuan memecah belah soliditas kekuatan politik pendukung Jokowi.
"Isu itu sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu yang ingin memecah belah kekuatan politik Jokowi," tegas Paiman dalam keterangan persnya, Selasa (4/11/2025).
Paiman menegaskan bahwa seluruh relawan Jokowi tetap setia dan loyal terhadap arahan Jokowi meskipun masa jabatannya sebagai presiden telah berakhir. Komitmen Relawan Sedulur Jokowi untuk terus mendukung dan mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga tahun 2029 juga ditegaskan kembali.
Arahan Langsung dari Jokowi untuk Relawan
Pernyataan ini disampaikan Paiman usai menerima arahan langsung dari Jokowi dalam pertemuan silaturahmi di kediaman mantan presiden tersebut di Solo pada Sabtu (1/11/2025). "Bapak Jokowi berpesan agar relawan tetap kompak, terus mendukung, dan mengawal kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran," ungkap Paiman.
Relawan Sebagai Kekuatan Politik Utama Jokowi
Paiman juga mengingatkan peran strategis relawan sebagai kekuatan politik utama Jokowi sejak Pilpres 2014 dan 2019, selain dukungan dari partai politik. "Relawan Jokowi adalah penentu kemenangan di dua periode Pilpres. Kami Sedulur Jokowi bertekad untuk tetap bersama Jokowi dalam kondisi apapun," tegasnya.
Dia bahkan mengungkapkan pengalamannya menghadapi berbagai tantangan hukum saat membela Jokowi dan mendukung pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. "Saya tidak gentar meskipun dilaporkan ke polisi dan Bawaslu. Saya yakin Jokowi adalah orang baik dan mantan presiden yang berhasil memajukan Indonesia," katanya.
Masa Depan Organisasi Relawan Sedulur Jokowi
Menanggapi pertanyaan mengenai perubahan nama organisasi pasca kepemimpinan Jokowi, Paiman memastikan bahwa Sedulur Jokowi akan tetap mempertahankan identitasnya. "Sedulur Jokowi tetap ada, tidak akan berganti nama. Kecuali nanti jika berubah menjadi partai politik, barulah akan menggunakan nama 'Partai Sedulur Nusantara'," pungkasnya.
Artikel Terkait
Investor Unggul Metro Timur Indonusa Suntik Dana ke Otto Media Grup untuk Dukung Branding Startup
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran