Partai Demokrat Laporkan 4 Akun Medsos ke Polda Metro Jaya Terkait SBY dan Isu Ijazah Jokowi

- Selasa, 06 Januari 2026 | 04:00 WIB
Partai Demokrat Laporkan 4 Akun Medsos ke Polda Metro Jaya Terkait SBY dan Isu Ijazah Jokowi

Muhajir menjelaskan alasan pelaporan masing-masing akun. Akun @AGRI FANANI dilaporkan karena menampilkan video berjudul "Anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang sejarah RI". Sementara itu, akun @Bang bOy YTN membuat konten berjudul "Kebongkar siasat buruk SBY di balik somasi ke ketua YouTuber Nusantara, ternyata u/ tangkis aib ini".

Akun @KajianOnline dipersoalkan atas konten berjudul "SBY resmi jadi tersangka baru fitnah ijazah SBY langsung pingsan sampai dilarikan ke rumah sakit". Sedangkan akun TikTok @sudirowibudhiusmp dilaporkan karena menuding SBY terlibat dalam isu ijazah Jokowi melalui pionnya, yang disebutkan adalah Roy Suryo.

Somasi Tidak Diindahkan, Laporan Polisi Menyusul

Politisi Partai Demokrat, Andi Arif, menyatakan bahwa laporan polisi ini dilakukan setelah somasi yang dilayangkan sebelumnya tidak diindahkan oleh pemilik akun. "Karena somasi tidak diindahkan, maka empat akun semalam dilaporkan karena telah melakukan fitnah soal SBY di belakang isu Ijazah Palsu Jokowi. Padahal, somasi itu kesempatan untuk tabayyun," tulis Andi Arif di akun X-nya.

Sebelumnya, Partai Demokrat telah melayangkan somasi kepada Sudiro Wi Budhius M Piliang (pemilik akun TikTok) dan tiga akun lainnya: Zulfan Lindan, Agri Fanani, dan Kajian Online. Somasi dilayarkan menanggapi konten yang dinilai merusak citra partai dan SBY, termasuk pernyataan bahwa "SBY harus memutar otak tidak bisa bermain bersih" terkait isu ijazah.

Tuntutan dalam Somasi

Dalam somasi yang diteken oleh enam advokat BHPP Partai Demokrat, pihak partai meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari pemilik akun dalam waktu 3x24 jam setelah surat diterima. Tuntutan ini tidak dipenuhi, sehingga berlanjut ke pelaporan pidana.

Partai Demokrat menegaskan bahwa pernyataan dalam video-video tersebut telah merugikan citra dan nama baik partai serta Ketua Majelis Tingginya, Susilo Bambang Yudhoyono.

Halaman:

Komentar