Ahli Ingatkan Bahaya Perut Buncit, Bukan Sekadar Masalah Penampilan

- Rabu, 04 Maret 2026 | 01:00 WIB
Ahli Ingatkan Bahaya Perut Buncit, Bukan Sekadar Masalah Penampilan

PARADAPOS.COM - Perut buncit, yang kerap dianggap simbol kemakmuran, ternyata menyimpan ancaman kesehatan yang jauh lebih serius. Kondisi ini bukan sekadar masalah penampilan, melainkan penanda penting yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung dan stroke. Dalam tayangan program "Go Healthy" Metro TV, para ahli mengingatkan pentingnya mengukur lingkar perut, selain memperhatikan faktor gaya hidup lain seperti pola tidur dan kebiasaan merokok, sebagai langkah awal pencegahan.

Mengenal Bahaya Tersembunyi di Balik Perut Buncit

Lemak yang menumpuk di area perut, atau dikenal sebagai lemak viseral, bersifat aktif secara metabolik dan dapat mengganggu fungsi tubuh. Lemak ini melepaskan senyawa peradangan dan asam lemak bebas ke dalam aliran darah, yang pada gilirannya dapat memicu resistensi insulin, tekanan darah tinggi, dan gangguan kolesterol. Gejala seperti telinga berdenging pun patut diwaspadai sebagai salah satu tanda hipertensi. Oleh karena itu, langkah antisipasi seperti memperbaiki pola makan, memastikan tidur yang cukup, dan rutin berolahraga menjadi kunci utama.

Pemeriksaan kesehatan berkala juga sangat dianjurkan untuk memantau kondisi tubuh sebelum gejala berkembang menjadi lebih parah. Pendekatan hidup sehat yang konsisten dan terukur terbukti efektif dalam menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif.

Teknologi Laser: Prinsip Dasar dan Perkembangannya

Dalam konteks mendukung kesehatan pembuluh darah, teknologi laser menjadi salah satu topik yang dibahas. Secara mendasar, teknologi ini dirancang untuk memproduksi sinar laser dengan panjang gelombang tertentu. Perkembangannya cukup signifikan; dari yang awalnya hanya tersedia sinar laser merah, kini telah ada variasi warna lain seperti biru dan kuning, yang masing-masing diklaim memiliki manfaat berbeda.

Mekanisme Kerja dan Klaim Manfaat untuk Kesehatan Darah

Sebuah produk bernama Dr Laser disebut-sebut sebagai salah satu penerapan teknologi ini. Prinsip kerjanya didasarkan pada konsep Low-Level Laser Therapy (LLLT), di mana sinar laser dengan intensitas rendah diarahkan ke tubuh.

"Jika alat ini dipakai dan sinar laser mengenai penggumpalan darah di pembuluh darah, maka akan bisa diurai," jelas narasumber dalam program tersebut. Ia menambahkan, kondisi seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi sering kali berkaitan dengan risiko pembekuan atau penggumpalan darah.

Klaimnya, paparan sinar ini dapat mengoptimalkan fungsi sel darah, melancarkan aliran darah dengan mengurangi kekentalannya, dan bahkan mengubah kolesterol menjadi energi. Dengan demikian, teknologi ini diyakini dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dengan cara meningkatkan kualitas darah dan kesehatan pembuluh darah.

Cara Penggunaan dan Posisi sebagai Pelengkap Gaya Hidup

Alat ini dirancang untuk digunakan pada pergelangan tangan, dengan tujuan menyinari pembuluh nadi dan titik-titik akupuntur di area tersebut.

"Cukup gunakan sehari dua kali dengan durasi 15-60 menit," tutur narasumber mengenai cara pemakaiannya. Penggunaannya disarankan sebagai bagian dari rutinitas hidup sehat, baik bagi mereka yang sudah memiliki keluhan tertentu maupun yang ingin melakukan tindakan pencegahan.

Penting untuk dicatat bahwa pendekatan semacam ini sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti, dari fondasi gaya hidup sehat yang meliputi diet seimbang dan aktivitas fisik. Konsultasi dengan tenaga medis profesional tetap menjadi langkah pertama yang paling krusial sebelum menggunakan alat kesehatan apapun.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menyaksikan tayangan lengkap program "Go Healthy" di Metro TV atau melalui kanal YouTube resminya. Program ini secara rutin menampilkan berbagai konten inspiratif seputar kesehatan dan pencegahan penyakit.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar