Risiko paling fatal adalah jantung kehilangan kendali iramanya secara total dan berhenti berdetak tiba-tiba. Kondisi ini dikenal sebagai sudden cardiac arrest (SCA) yang dapat berakibat kematian.
3. Kerusakan Paru-Paru dan Otak
Selain jantung, menghirup gas ini langsung dapat merusak jaringan paru-paru. Efek jangka panjang juga dapat mengganggu fungsi otak, menyebabkan gangguan berpikir, dan menimbulkan adiksi.
Perkembangan Kasus Terkini
Belakangan, isu bahaya nge-whip mengemuka menyusul meninggalnya seorang selebgram. Pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus tersebut dan telah mengirimkan barang bukti, yang diduga termasuk tabung Whip Pink, untuk diperiksa di laboratorium forensik (Labfor) Bareskrim Polri.
Penyidik menekankan bahwa kesimpulan hanya dapat diambil setelah hasil uji laboratorium dari para ahli keluar, untuk menghindari informasi yang simpang siur.
Kesimpulan dan Peringatan
Penyalahgunaan Whip Pink untuk nge-whip bukanlah tindakan yang aman. Di balik sensasi euforia sesaat, terdapat ancaman nyata berupa kerusakan organ vital, gangguan irama jantung, hingga kematian mendadak. Masyarakat dihimbau untuk tidak mencoba atau menyalahgunakan produk kuliner ini di luar tujuan sebenarnya.
Artikel Terkait
Aturan Baru BGN Larang Bawa Pulang Makanan MBG: Tujuan & Dampaknya
Polisi dan TNI Akui Salah & Minta Maaf ke Pedagang Es Gabus Viral, Ini Hasil Lab
Bahaya Gas Tertawa Whip Pink: BNN Peringatkan Risiko Fatal Pasca Kasus Lula Lahfah
Reza Arap Diduga di TKP Kematian Lula Lahfah, Polisi Minta Kooperatif