Fadli Zon Tegaskan Era Jokowi Usai, Saatnya Babak Baru Prabowo

- Minggu, 22 Februari 2026 | 23:00 WIB
Fadli Zon Tegaskan Era Jokowi Usai, Saatnya Babak Baru Prabowo

PARADAPOS.COM - Politisi senior Partai Gerindra, Fadli Zon, menyatakan masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berakhir, seraya menegaskan era pemerintahan saat ini adalah milik Presiden terpilih Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube milik mantan politikus Partai Demokrat, Akbar Faizal, yang mengulas dinamika politik pasca-berakhirnya dua periode kepemimpinan Jokowi.

Analogi Buku dan Pernalihan Era

Dalam percakapan yang berlangsung cukup intens itu, Fadli Zon menggunakan analogi sederhana namun tajam. Ia menggambarkan perjalanan politik nasional seperti sebuah buku, di mana pemerintahan Jokowi adalah bab yang telah usai dan kini saatnya membuka bab baru di bawah Prabowo Subianto.

“Chapter ini sudah habis, kita buka chapter baru. Fadli Zon tegas mengatakan sekarang ini eranya Pak Prabowo,” ujarnya.

Ia melanjutkan dengan keyakinan penuh, “Apa yang dijalankan Pak Prabowo saat ini, inilah yang paling tepat.”

Dinamika Wawancara dan Refleksi Politik

Proses wawancara tersebut menyiratkan ketegangan tersendiri. Akbar Faizal, yang dikenal sebagai pendukung kuat Jokowi di masa lalu, tampak berusaha menggali komentar kritis Fadli Zon. Di sisi lain, Fadli, yang merupakan politisi kawakan dengan reputasi vokal, memilih kata-kata dengan hati-hati sebelum akhirnya menyampaikan pandangannya secara lugas.

Momen ketika Fadli Zon mengucapkan “Jokowi sudah selesai” menjadi klimaks dari dialog itu, yang disambut tawa puas Akbar Faizal. Situasi ini menggarisbawahi perbedaan posisi politik keduanya di masa lalu, di mana Akbar membela Jokowi dan Fadli mendukung Prabowo, namun dengan akhir penyesalan yang berbeda dari pihak Akbar.

Loyalitas dan Penyesuaian Diri di Panggung Politik

Ketika ditanya bagaimana sikapnya menghadapi perubahan arah politik, Fadli Zon menjawab dengan kalimat singkat: “Menyesuaikan diri.” Ia mengaku tetap menjalankan fungsi kritiknya di DPR meski partainya, Gerindra, masuk dalam koalisi pemerintah di periode kedua Jokowi. Posisinya sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) saat itu dinilainya memberikan ruang yang tepat.

“Ia beruntung menjadi Ketua BKSAP pada periode itu, sehingga lebih banyak berada di luar negeri ketimbang di dalam negeri,” tulis analis yang mengamati dinamika tersebut, menyoroti strategi penyesuaian diri politisi dalam lanskap politik yang berubah.

Masa Depan Peta Politik

Meski dinyatakan ‘selesai’ dari kursi kepresidenan, narasi tentang pengaruh Jokowi dalam peta politik dinilai belum benar-benar berakhir. Observasi dari lapangan menunjukkan bahwa mantan presiden itu masih aktif, terutama dalam upaya mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat Wakil Presiden.

Bahkan, disebutkan bahwa Jokowi telah memiliki skenario politik jangka panjang, termasuk kemungkinan mengusung Gibran melalui PSI. Hal ini mengisyaratkan bahwa meski satu bab telah tertutup, bab-bab baru dalam drama politik Indonesia masih terus ditulis, dengan aktor-aktor lama yang mungkin akan tetap memainkan peran penting dengan cara yang berbeda.

Pertukaran pandangan antara dua politisi senior seperti Akbar Faizal dan Fadli Zon ini, pada akhirnya, hanya menyentuh permukaan. Detail dan implementasi dari setiap babak baru politik Indonesia, sebagaimana disinggung secara simbolis, akan ditentukan oleh dinamika di lapangan dan suara rakyat dalam tahun-tahun mendatang.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar