Sony Sanjaya Klaim Ada Nama Besar di Balik Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:50 WIB
Sony Sanjaya Klaim Ada Nama Besar di Balik Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis

PARADAPOS.COM - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, menyatakan bahwa dugaan penyimpangan dalam tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya melibatkan dirinya. Ia mengklaim ada sejumlah "nama besar" yang turut bermain dalam pengaturan dapur-dapur SPPG. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap program strategis pemerintah tersebut, dan Sony disebut siap mengungkap pihak-pihak yang dimaksud pada waktu yang tepat.

Klaim Adanya "Nama Besar" di Balik Pengaturan Dapur MBG

Melalui kuasa hukumnya, Sony Sanjaya menyampaikan bahwa selama ini ia merasa menjadi pihak yang paling disorot dan dituding sebagai aktor utama dalam dugaan praktik jual beli titik dapur MBG. Krisna Murti menegaskan bahwa narasi yang berkembang di publik seolah-olah menempatkan Sony sebagai penanggung jawab tunggal atas berbagai persoalan dalam pengelolaan dapur program tersebut.

"Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri," ujar Krisna, Jumat (5/6/2026).

Pernyataan ini membuka babak baru dalam polemik tata kelola SPPG. Program MBG, yang mengandalkan jaringan dapur SPPG sebagai ujung tombak penyediaan makanan bergizi, kini dihadapkan pada dugaan adanya pihak-pihak berpengaruh di balik layar. Jika informasi yang dimiliki Sony dapat diverifikasi, ruang penyelidikan berpotensi meluas ke aktor-aktor lain yang mungkin memiliki peran lebih besar.

Kesediaan Menjadi Justice Collaborator

Krisna Murti juga mengungkapkan bahwa kliennya telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam proses penegakan hukum. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Sony telah menuangkan niatnya untuk menjadi justice collaborator guna membantu mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Langkah menjadi justice collaborator biasanya diambil oleh seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai suatu tindak pidana. Dengan memberikan keterangan secara terbuka kepada penyidik, ia diharapkan dapat membantu mengungkap aktor lain yang memiliki peran lebih signifikan dalam perkara yang sedang ditangani.

Identitas "Nama Besar" Masih Menjadi Misteri

Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai siapa saja sosok yang dimaksud sebagai "nama-nama besar" oleh Sony. Kuasa hukumnya menyatakan bahwa pengungkapan identitas pihak-pihak tersebut akan disampaikan langsung oleh Sony pada waktu yang dianggap tepat.

Pernyataan ini diperkirakan akan menjadi perhatian publik yang luas. Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah dengan anggaran besar dan jaringan pelaksana yang tersebar di berbagai daerah. Jika benar terdapat praktik penyimpangan dalam pengaturan dapur SPPG, pengungkapan aktor-aktor yang terlibat dinilai krusial untuk menjaga akuntabilitas dan kredibilitas program tersebut.

Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebut memiliki keterkaitan dengan klaim Sony Sanjaya. Tudingan mengenai keterlibatan "nama besar" dalam dugaan penyimpangan tata kelola SPPG masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses hukum dan investigasi yang sedang berjalan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar