Kasus Pembunuhan Anti Puspita di Hotel Palembang: Kronologi, Motif, dan Pengejaran Pelaku
Polrestabes Palembang mengungkap perkembangan terbaru kasus pembunuhan Anti Puspita Sari (22) yang tewas di Hotel Landosis Palembang. Korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan tangan terikat dan bekas cekikan di leher.
Fakta Utama Kasus Pembunuhan Anti Puspita
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, menyatakan kasus ini meliputi tindak pidana pembunuhan, pencurian kendaraan, penganiayaan, dan tindakan seksual. Sepeda motor korban hingga kini masih hilang.
"Ini kesimpulan beberapa hari ini yang kami dapatkan terkait peristiwa yang dialami korban," ujar Harryo, Senin (13/10/2025).
Kronologi Check in dengan Pria Lain
Berdasarkan rekaman CCTV, Anti Puspita terlihat check in hotel bersama seorang pria yang bukan suaminya pada Jumat (10/10/2025) pukul 16.00 WIB. Pria tersebut mengenakan sweter dan masker yang diselipkan di dagu, sementara AP memakai hijab pink dan rok.
Menariknya, sebelum ke hotel, korban sempat mengantar suaminya bekerja sekitar pukul 14.30 WIB. Pelaku diduga orang terdekat korban karena pertemuan mereka terjadi sangat cepat setelah suaminya pergi.
"Peristiwa ini terjadi sangat cepat. Pada pukul 18.00, pelaku sudah meninggalkan korban dan mengunci pintu kamar," jelas Harryo.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Korban ditemukan pegawai hotel pada Sabtu (11/10/2025) setelah tidak merespons panggilan check out. AP tewas dalam keadaan:
- Mulut tersumpal kain
- Tangan terikat jilbab
- Bekas cekikan di leher
- Pakaian tidak lengkap
- Diduga sedang hamil trimester pertama
Respons Keluarga
Ayah korban, Agus Nasi (56), mengaku terakhir melihat anaknya saat pamit mengantar suami bekerja. "Korban tidak pulang ke rumah hingga akhirnya ditemukan tewas," ungkapnya.
Sementara suami korban, Adi Rosadi (36), mengaku syok mendapat kabar istrinya tewas. "Tidak ada permasalahan antara kami," tegasnya.
Penyelidikan dan Pengejaran Pelaku
Satreskrim Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran terhadap pelaku. Kasat Reskrim AKBP Andrie Setiawan memastikan tim masih berusaha menangkap pelaku.
"Pelaku hingga kini masih kita kejar. Doakan cepat terungkap dan tertangkap," tegas Andrie.
Sumber: Artikel Asli
Artikel Terkait
Dino Patti Djalal Nilai Wacana Mediasi Prabowo antara AS-Iran Tidak Realistis
BGN Hentikan Sementara 47 Dapur Gizi Sekolah Temukan Roti Berjamur dan Buah Berbelatung
Anies Soroti Dinasti Politik dan Kesetaraan Jelang Gugatan Larangan Keluarga Petahana di MK
SBY Soroti Negosiasi Nuklir AS-Iran dan Risiko Perang dalam Esai Terbaru