Proyek PIK 2 Aguan Dicoret dari Daftar Proyek Strategis Nasional oleh Prabowo
Pengembangan PIK 2 milik konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan secara resmi dihapus dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2025. Keputusan penghapusan ini dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto, padahal proyek tersebut sebelumnya ditetapkan sebagai PSN pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Perubahan Regulasi dan Daftar PSN
Dalam aturan sebelumnya, yaitu Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021, pengembangan PIK 2 tercantum sebagai proyek strategis nasional sektor pariwisata pada urutan ke-217. Namun, status ini berubah dengan terbitnya aturan baru, Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, yang tidak lagi mencantumkan PIK 2 dalam daftar PSN.
Aturan baru tersebut menetapkan 228 proyek strategis nasional yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan, bandara, kereta, energi, teknologi, hingga pertanian. Perubahan daftar ini dilakukan untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung dan menyesuaikan dengan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, dengan fokus pada swasembada pangan dan pemerataan pembangunan.
Dampak pada Saham Perusahaan Aguan
Pengumuman penghapusan PIK 2 dari daftar PSN langsung berdampak pada performa saham perusahaan milik Aguan di pasar modal. Saham PT Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) anjlok 7,97% ke level Rp 13.575 per lembar. Selain PANI, emiten afiliasi lainnya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), juga mengalami penurunan signifikan sebesar 8,83% ke level Rp 6.450 per lembar.
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan Pria 26 Tahun sebagai Tersangka Video Viral Batang Membara
Dokter Tifa Klaim Punya 26 Lembar Dokumen Syarat Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014
KPK Geledah Kantor Imigrasi dan Rumah Tersangka Pemerasan Izin Tinggal WNA, Sita Uang Puluhan Juta
Kuasa Hukum Ajukan Sony Sonjaya sebagai Justice Collaborator, Ungkap 26 Nama di Kasus Korupsi MBG