Janji Manis Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia yang Akhirnya Gagal Ditepati

- Jumat, 17 Oktober 2025 | 06:50 WIB
Janji Manis Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia yang Akhirnya Gagal Ditepati

Patrick Kluivert Resmi Dipecat PSSI: Gagal Wujudkan Janji Manis di Timnas Indonesia

PSSI secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, pada Kamis (16/10/2025). Keputusan pemutusan kontrak ini diumumkan sebagai hasil kesepakatan bersama, meski performa buruk tim nasional di bawah asuhannya menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Tak hanya Kluivert, seluruh staf pelatih yang bekerja di bawahnya juga ikut diberhentikan. Keputusan ini mencakup tim pendukung untuk level senior, U-23, hingga U-20. Langkah ini menandai berakhirnya masa singkat sang legenda Belanda yang hanya memimpin delapan pertandingan saja.

Janji Gaya Main Modern yang Tak Terwujud

Ketika pertama kali diperkenalkan pada Januari 2025, Patrick Kluivert datang dengan reputasi besar sebagai mantan bintang Ajax, Barcelona, dan timnas Belanda. Ia berjanji akan menghadirkan gaya bermain agresif dan modern bagi skuad Garuda.

Sayangnya, janji manis itu tak kunjung terwujud. Selama masa kepemimpinannya, Timnas Indonesia hanya mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan. Kemenangan tipis atas Bahrain dan China sempat menyalakan harapan, namun harapan itu meredup setelah hasil imbang melawan Lebanon diikuti penurunan performa yang drastis.

Kegagalan Sistem dan Kekalahan Telak

Kluivert dikenal kukuh dengan sistem 4-3-3 khas Eropa, namun ia tampak tak mampu menyesuaikan formasi tersebut dengan karakter pemain Indonesia. Akibatnya, tim mengalami kekalahan telak yang memalukan.

Indonesia dihantam Jepang 0-6 dan Australia 1-5. Dua kekalahan ini semakin menegaskan bahwa pendekatan taktik pelatih asal Belanda itu gagal total di lapangan.

Puncak Kekecewaan di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Puncak kekecewaan datang di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Indonesia harus menelan kekalahan dari Arab Saudi 2-3 dan Irak 0-1. Ironisnya, dua gol Indonesia ke gawang Arab Saudi hanya tercipta dari eksekusi penalti, yang mencerminkan tumpulnya lini depan Garuda di bawah asuhan Kluivert.

Kini, Patrick Kluivert meninggalkan proyek besar yang belum sempat rampung. Era yang diawali dengan harapan besar itu harus berakhir dengan kekecewaan mendalam, meninggalkan janji membawa wajah baru Timnas Indonesia yang tak pernah ditepati.

Sumber: Suara.com

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar