Kronologi Pak Tarno Ditipu Rp 100 Juta, Awalnya Ingin Beli Mobil
Pesulap legendaris Pak Tarno, yang terkenal dengan jargon "Jadi Apa Prok Prok Prok", harus mengalami insiden pahit. Ia menjadi korban penipuan yang merugikannya hingga Rp 100 juta.
Kronologi Penipuan Pak Tarno
Kuasa hukum Pak Tarno, Hendro Widodo, mengungkapkan bahwa kasus penipuan ini terjadi pada tahun 2012. Saat itu, Pak Tarno berniat untuk membeli sebuah mobil dan mendapatkan tawaran mencurigakan dari terduga pelaku.
"Intinya sekitar tahun 2012 Pak Tarno mau beli mobil, oleh terduga pelaku itu ditawarkan melalui dia aja," jelas Hendro Widodo, seperti dikutip dari YouTube Intens Investigasi.
Modus Penipuan dan Kerugian Rp 100 Juta
Karena tertarik dengan penawaran tersebut, Pak Tarno pun melakukan pembayaran. Rincian transaksinya adalah:
- Rp 50 juta dibayarkan secara tunai di rumah.
- Rp 50 juta sisanya ditransfer ke rekening pelaku.
Sayangnya, setelah uang diserahkan, mobil yang dijanjikan tak kunjung datang. "Setelah itu mobilnya nggak pernah datang hingga saat ini," tegas Hendro. Uang sebesar Rp 100 juta itu raib dibawa kabur oleh pelaku.
Upaya Hukum yang Akan Ditempuh
Pihak kuasa hukum saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait kasus ini. Mereka berencana untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian jika ditemukan unsur tindak pidana penipuan.
"Kita akan dalami ketika memang terlibat Pasal 378 penipuan, ya pasti kita akan laporkan penipuan," ujar Hendro. Sebelum melapor ke polisi, mereka akan mengirimkan somasi terlebih dahulu kepada terduga pelaku.
Pak Tarno Menangis, Uang Tipuannya Diharapkan untuk Berobat
Kondisi kesehatan Pak Tarno yang telah menderita stroke sejak 2018 membuat situasi ini semakin menyedihkan. Dengan berlinang air mata, Pak Tarno berharap uangnya dapat dikembalikan untuk biaya pengobatannya.
"Iya (berharap dikembalikan), untuk berobat," kata Pak Tarno. Tangisnya pecah ketika menceritakan betapa besar biaya pengobatan yang telah ia keluarkan. "Pengobatan habis banyak," ujarnya sembari terisak. Ia juga mengaku telah berobat ke berbagai tempat namun kondisi kesehatannya belum juga membaik.
Kasus penipuan yang menimpa pesulap kondang ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai bentuk penawaran mencurigakan.
Artikel Terkait
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen