Whoosh Hanya Investasi Gaya Hidup?
Herry juga menyoroti aspek perubahan perilaku. Menurutnya, tujuan perubahan perilaku sudah terakomodasi transportasi massal lain seperti kereta Jakarta-Bandung reguler yang lebih terjangkau.
"Jadi yang ditawarkan Whoosh hanya investasi gaya hidup. Apalagi rutenya tidak sampai Bandung, melainkan Padalarang," kritiknya.
Ancaman bagi Kesehatan Finansial KAI
Kekhawatiran terbesar adalah dampak Whoosh terhadap PT KAI sebagai pemimpin konsorsium PSBI. KAI yang saat ini dalam kondisi sehat berisiko menjadi korban pertama.
Jika KAI dipaksa menanggung beban finansial Whoosh, kemampuan perusahaan berinvestasi dalam pembaruan layanan kereta api umum akan melemah.
"Kelak, di saat sudah tak mampu menanggung beban Whoosh... akan membuat kemampuan KAI untuk investasi layanan kereta api menjadi lemah. Masyarakat umum akan terdampak efek negatif," pungkas Herry.
Artikel Terkait
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman
Proyek Lumbung Pangan 2025 Disorot: Anggaran Dipakai Sejak 2024, Ini Potensi Kerugian Negara
Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Dipakai Anak untuk Ojol, Dedi Mulyadi Syok
TNI Beri Bantuan Kulkas dan Kasur ke Pedagang Es Gabus, Babinsa Pelapor Dihukum