PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akan menggelar gerakan bersih-bersih secara rutin setiap Jumat, menyusul arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat ini merupakan upaya penyeragaman dan penguatan kolaborasi dengan 24 kabupaten/kota lain di provinsi tersebut. Fokusnya tak hanya pada pengangkutan sampah, tetapi juga pemeliharaan drainase dan penghijauan, terutama menyambut musim penghujan.
Menyelaraskan Program dengan Arahan Nasional
Sebenarnya, semangat menjaga kebersihan lingkungan bukan hal baru di Gowa. Bupati Sitti Husniah Talenrang mengungkapkan bahwa sejumlah program seperti Rabu Sehat dan Gowa Bersih telah lama berjalan, didukung oleh TNI-Polri serta pemerintah desa dan kelurahan. Langkah terbaru ini ditempuh untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan instruksi dari pemerintah pusat dan provinsi, sekaligus memperkuat sinergi antarwilayah.
"Supaya lebih terarah, saling kolaborasi dan kekompakan kita jadwalkan setiap hari Jumat. Ini juga menindaklanjuti arahan Bapak Presiden RI," tutur Husniah di Makassar, Rabu (11/2/2026).
Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Turun Langsung
Gerakan ini dirancang tidak bersifat seremonial atau hanya melibatkan aparatur pemerintah. Bupati Husniah menekankan pentingnya partisipasi aktif dari akar rumput. RT dan RW diharapkan dapat memimpin aksi di lingkungan masing-masing, sehingga pembersihan menjangkau hingga sudut-sudut permukiman, bukan hanya jalan-jalan utama.
"Bukan hanya jajaran pemerintah yang turun, tetapi masyarakat juga harus dilibatkan. RT dan RW silakan turun di wilayah masing-masing. Kita ingin Gowa bersih secara menyeluruh, bukan hanya di jalan poros, tetapi sampai ke lingkungan masyarakat," jelasnya.
Fokus pada Pencegahan Banjir di Musim Penghujan
Konsep kebersihan yang diterapkan lebih komprehensif. Selain memungut sampah, kegiatan mencakup pemangkasan tanaman, penataan ruang terbuka hijau, serta yang paling krusial: normalisasi saluran air. Pemerintah daerah menyadari bahwa drainase yang tampak bersih di permukaan bisa saja tersumbat endapan lumpur di dasarnya, yang berpotensi menyebabkan genangan dan banjir saat curah hujan tinggi.
"Bersih bukan hanya di permukaan. Kita juga harus membersihkan sedimen dan endapan di drainase agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan banjir," ujarnya.
Mengoptimalkan Kesiapan Logistik dan Kemitraan
Untuk mendukung kelancaran program, Pemkab Gowa telah memastikan kesiapan armada kebersihan, mulai dari truk sampah hingga kendaraan operasional kecil di tingkat kecamatan. Mengakui keterbatasan jumlah armada besar, pemerintah akan mengoptimalkan peran kendaraan kecil dan membuka peluang kemitraan.
"Kalau hanya mengandalkan armada Pemda, kita akan kewalahan. Karena itu, kita perlu kerja sama dengan pihak swasta maupun masyarakat yang memiliki armada," kata Husniah.
Peran Strategis Dunia Pendidikan
Tak ketinggalan, institusi pendidikan juga digandeng. Sekolah-sekolah didorong untuk berperan aktif menjaga kebersihan di area mereka, minimal dengan merawat lingkungan depan sekolah, drainase sekitar, dan ruang terbuka hijau. Partisipasi ini diharapkan menanamkan budaya bersih sejak dini pada generasi muda.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan ini, Bupati Husniah optimis tujuan besar dapat tercapai. "Jika gerakan ini dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, maka cita-cita mewujudkan Gowa yang bersih, sehat, dan indah bukan sekadar mimpi, melainkan dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama," terangnya.
Artikel Terkait
Polisi Selamatkan Empat Anak Korban TPPO dari Pedalaman Jambi, Ungkap Sindikat Terorganisir
PSIM Yogyakarta Siapkan Debut Van der Avert dan Sambut Pemain Pulih Cedera
Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Protes Penghasilan Minim ke DPRD
Polisi Tangkap Pasangan Diduga Telantarkan Bayi Baru Lahir di Bekasi