PARADAPOS.COM - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan secara konsisten sejak masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober 2024. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang mengaitkan kondisi tersebut dengan tekanan dari berbagai masalah besar yang dihadapi Jokowi pasca-kepresidenan, termasuk tuduhan terkait ijazah.
Pernyataan Amien Rais Soal Kondisi Kesehatan
Dalam sebuah video singkat yang diunggah di kanal resminya pada Rabu, 11 Februari 2025, Amien Rais secara terbuka menyoroti kondisi fisik mantan presiden tersebut. Ia menggambarkan tren kesehatan Jokowi yang terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.
"Jokowi mengalami kemerosotan kesehatan yang konsisten," ungkap Amien Rais.
Dugaan Penyebab Tekanan dan Beban
Amien Rais menduga, kemerosotan kesehatan itu tidak terlepas dari beban berat yang harus ditanggung Jokowi setelah tidak lagi menjabat. Ia menyebut mantan presiden kini menghadapi sederet persoalan kompleks yang menimbulkan tekanan luar biasa.
"Ada beberapa kasus besar yang dihadapi Jokowi yang berada di luar kemampuannya sebagai manusia biasa," jelasnya lebih lanjut.
Tuduhan Ijazah Palsu sebagai Salah Satu Faktor
Di antara berbagai masalah yang disebutkan, Amien Rais secara khusus menyoroti isu tuduhan ijazah palsu yang telah lama membayangi. Menurut pengamatannya, kasus ini memberikan dampak psikologis dan reputasi yang signifikan bagi Jokowi.
"Isu ijazah palsunya sangat memojokkan Jokowi dan telah menghempaskannya sebagai oknum penipu dan oknum yang hina," tutur Amien Rais, menggambarkan beratnya dampak yang dirasakan.
Pernyataan Amien Rais ini menambah sorotan publik terhadap kondisi terakhir mantan presiden, meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi maupun pernyataan langsung dari pihak Jokowi atau keluarganya mengenai kondisi kesehatannya.
Artikel Terkait
Amien Rais Sebut Jokowi Resah, Peluang Gibran di PSI Dinilai Terbatas
Susno Duadji Ungkap Prabowo Soroti Kedaulatan Negara dan Pengaruh Oligarki
Analis: Gerindra Tak Bahas Paket Prabowo-Gibran untuk 2029, Andalkan Elektabilitas Petahana
Pengamat Kritik Jokowi Soal Wacana Cawapres Gibran di Periode Kedua Prabowo