PARADAPOS.COM - Menjelang bulan Ramadan, Perum Bulog Cabang Malang menggencarkan distribusi minyak goreng Minyakita ke pasar-pasar tradisional. Langkah ini diambil sebagai respons atas temuan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sekaligus upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas pokok tersebut bagi masyarakat.
Respons Cepat Atas Pelanggaran Harga
Gelombang distribusi Minyakita ini secara khusus dirancang untuk menekan harga di tingkat pengecer. Pasar Bunulrejo menjadi salah satu lokasi prioritas, dengan penyaluran perdana sebanyak 260 dus atau setara 3.120 liter kepada 26 pedagang. Intervensi pasar langsung ini bertujuan memperkuat stok di ujung rantai dan meredam potensi kenaikan harga yang tidak wajar.
Pemimpin Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk stabilisasi pangan. "Karena itulah, kami bekerja sama dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang memperkuat distribusi ke pasar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman sekaligus menjaga harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat di Malang dan sekitarnya," tuturnya pada Jumat (13/2/2026).
Strategi Distribusi yang Menjangkau Berbagai Jalur
Upaya Bulog Malang tidak hanya terpusat di pasar tradisional. Data realisasi penyaluran sepanjang 2026, yang telah mencapai 242.114 liter, menunjukkan strategi distribusi yang menjangkau berbagai kanal. Kota Malang menerima alokasi terbesar melalui beragam skema, termasuk RPK (Rumah Pangan Kita), KDMP (Kios Desa Mandiri Pangan), ritel modern, dan Pasar SP2KP.
Distribusi juga merata ke wilayah sekitarnya seperti Kabupaten Malang, Pasuruan, Kota Pasuruan, dan Kota Batu. Pendekatan multi-saluran ini dirancang untuk memastikan ketersediaan Minyakita di mana pun masyarakat berbelanja. "Distribusi terus kami lakukan secara bertahap ke berbagai jalur, mulai dari pasar rakyat, toko atau agen pengecer, hingga ritel modern, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan minyak goreng," jelas Nurjuliansyah.
Komitmen Jaga Stabilitas Harga Hingga Ramadan
Memasuki periode permintaan tinggi seperti Ramadan, Bulog menegaskan komitmennya untuk memantau pasar secara ketat. Koordinasi dengan para pedagang akan terus diintensifkan guna memastikan penjualan sesuai HET dan rantai pasok tetap lancar tanpa gangguan.
Kesiapan menambah pasokan juga ditegaskan sebagai langkah antisipasi. "Kami akan terus melakukan pemantauan dan siap menambah pasokan jika diperlukan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," tegas Nurjuliansyah. Dengan langkah-langkah proaktif ini, Bulog berupaya menciptakan rasa aman bagi konsumen dan mencegah gejolak harga minyak goreng jelang dan selama bulan suci.
Artikel Terkait
TikToker Ditahan Bareskrim atas Dugaan Pemalsuan Status Kawin di KTP
Polda Metro Jaya Bebaskan Bahar Smith dari Tahanan dengan Pertimbangan Medis
Praperadilan Richard Lee Ditolak, Pemeriksaan Lanjutan Dijadwalkan Pekan Depan
Mensos Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan Soal Perintah Presiden untuk Nonaktifkan PBI BPJS