Pemerintah Siapkan Rp29,6 Miliar untuk Bibit Kakao, Kelapa, dan Pala di Kolaka Utara pada 2026

- Jumat, 20 Februari 2026 | 08:25 WIB
Pemerintah Siapkan Rp29,6 Miliar untuk Bibit Kakao, Kelapa, dan Pala di Kolaka Utara pada 2026

PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dipastikan akan menerima bantuan bibit dari pemerintah pusat pada tahun 2026 untuk mendongkrak sektor perkebunan. Bantuan yang bersumber dari APBN ini difokuskan pada tiga komoditas andalan daerah, yaitu kakao, kelapa dalam, dan pala, sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat ekonomi lokal.

Sinergi Pemerintah untuk Penguatan Perkebunan

Program ini merupakan buah dari koordinasi yang intens antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan pemerintah pusat. Kolaka Utara terpilih sebagai salah satu daerah penerima bantuan, yang menandakan perhatian khusus terhadap potensi agraris wilayah tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi peningkatan produktivitas dan perluasan lahan tanam di masa mendatang.

Rincian Alokasi Bibit dan Anggaran

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Syahrir, menjelaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi. Ia memaparkan rincian bantuan dengan angka yang cukup signifikan.

“Secara rinci, untuk komoditas kakao, Kolaka Utara memperoleh alokasi sekitar 1,5 juta bibit dengan total anggaran Rp24 miliar. Untuk kelapa dalam unggul, dialokasikan 200 ribu bibit dengan nilai anggaran Rp5 miliar. Sementara itu, untuk pala, pemerintah pusat menyalurkan 50 ribu bibit senilai Rp655 juta,” jelasnya.

Target Jangka Panjang dan Dampak yang Diharapkan

Dengan penyaluran yang ditargetkan mulai tahun 2026, program ini dirancang untuk jangka panjang. Pemerintah tidak hanya sekadar menyalurkan bibit, tetapi juga membangun fondasi untuk keberlanjutan. Harapannya, intervensi ini mampu mengerek produktivitas petani, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tenggara di peta nasional sebagai penghasil komoditas perkebunan yang strategis.

Optimisme pun terlihat dari sinergi yang dibangun antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Kolaborasi ini dianggap kunci untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak riil. Dampak tersebut diukur tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan masyarakat Kolaka Utara yang menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar