PARADAPOS.COM - Sebuah tanah longsor melanda permukiman warga di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (21/2/2026) petang, mengakibatkan dua orang luka-luka. Bencana yang terjadi di Dukuh Segorogunung, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso itu menimpa sepasang suami istri yang sedang berada di rumah mereka. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Evakuasi Korban dan Upaya Pencegahan Bahaya Susulan
Tim gabungan dari kepolisian dan warga setempat dengan sigap bergerak melakukan evakuasi segera setelah laporan bencana diterima. Kerja sama yang solid antara petugas dan masyarakat menjadi kunci utama dalam proses penyelamatan yang berlangsung di lokasi yang dipenuhi material longsoran.
Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi, menjelaskan bahwa upaya pembersihan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan. "Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban bersama warga. Kami mengapresiasi kekompakan masyarakat yang turut membantu proses penyelamatan. Saat ini petugas juga masih berada di lokasi untuk memastikan situasi aman,” jelasnya.
Kronologi Kejadian Menurut Kesaksian
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari korban selamat, kejadian berlangsung secara tiba-tiba. Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, memaparkan kronologi yang disampaikan oleh Harni, salah satu korban.
"Korban Harni mengatakan suaminya tengah membersihkan saluran air di samping rumah. Tiba-tiba tanah pekarangan yang berada di samping rumah longsor dan menimpa korban," tutur Hendro.
Menyaksikan suaminya tertimpa, Harni yang panik segera keluar rumah untuk meminta pertolongan. "Melihat kejadian tersebut istri korban panik, keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan kepada warga. Warga berdatangan dan mengevakuasi korban," ungkapnya.
Penyebab dan Imbauan Kesiapsiagaan
Analisis sementara dari pihak berwenang menyebutkan, hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama menjadi pemicu utama terjadinya longsor di lereng perbukitan tersebut. Fenomena cuaca ekstrem ini dinilai telah meningkatkan kejenuhan tanah dan mengurangi kestabilan lereng.
Menyikapi kejadian ini, BPBD Karanganyar kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gerakan tanah. Hendro Prayitno menegaskan, "Kami mengimbau warga di daerah rawan longsor untuk terus waspada. Jika ada pergerakan atau tanda-tanda longsor, diimbau untuk segera menjauh dan melapor pada aparat desa."
Imbauan tersebut menekankan perlunya pemahaman akan tanda-tanda alam dan respons cepat untuk menyelamatkan jiwa, mengingat karakteristik tanah dan curah hujan di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat dan Banjir Lanjutan di Kaltim
Pemerintah Rilis FAQ Perjanjian Dagang dengan AS, Jelaskan Manfaat dan Komitmen Impor
Pemkot Malang Batasi PKL Alun-alun Merdeka Hanya untuk Pemegang KTP Lokal
Buronan Interpol Kasus Perdagangan Orang Ditangkap di Bandara Bali