Tim Gegana Selidiki Ledakan Petasan di Ponorogo yang Tewaskan Satu Orang

- Senin, 02 Maret 2026 | 04:50 WIB
Tim Gegana Selidiki Ledakan Petasan di Ponorogo yang Tewaskan Satu Orang

PARADAPOS.COM - Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Timur dikerahkan ke lokasi ledakan petasan di Ponorogo untuk menyelidiki penyebab insiden yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya. Pengecekan menyeluruh dilakukan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, pada Senin (2/3/2026), guna memastikan keamanan area dari sisa bahan peledak.

Penyisiran Lokasi oleh Tim Ahli

Pada Senin pagi, suasana di Desa Plosojenar masih tegang pasca-insiden sehari sebelumnya. Anggota Gegana, yang merupakan unit penjinak bahan peledak, tampak menyisir setiap sudut lokasi kejadian dengan hati-hati. Mereka didampingi petugas kepolisian setempat dalam memeriksa pekarangan rumah dan sekitarnya. Proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk memastikan tidak ada lagi potensi bahaya yang tersembunyi bagi warga.

Jenis Bahan Peledak yang Teridentifikasi

Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, Kompol Dian Vicky Sandhi, memberikan penjelasan awal mengenai temuan di lapangan. Dari identifikasi yang dilakukan, tim menemukan ciri-ciri bahan kimia spesifik di lokasi.

"Berdasarkan identifikasi tim, bahan kimia yang digunakan sebagai bubuk mercon termasuk dalam kategori low explosive atau bahan peledak rendah. Bahan berjenis Black Powder tersebut diduga merupakan campuran dari beberapa bahan kimia yang dijual bebas di pasaran," jelasnya di Ponorogo.

Pernyataan ini menggarisbawahi risiko dari bahan-bahan yang mudah didapat namun dapat berubah menjadi ancaman jika diracik tanpa keahlian dan pengawasan yang tepat.

Kronologi dan Motif Di Balik Insiden

Ledakan petasan rakitan ini terjadi pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Korban yang tewas dan dua orang yang luka-luka diduga sedang meracik bahan peledak tersebut sendiri. Menurut informasi yang berkembang, rencana awal mereka adalah menggunakan bahan tersebut untuk menerbangkan petasan bersama balon udara dalam perayaan Idulfitri yang akan datang.

Insiden ini menjadi pengingat pilih akan bahaya mematikan dari eksperimen dengan bahan peledak, sekalipun dengan skala kecil dan tujuan yang bersifat perayaan. Kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan mutlak diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar