PARADAPOS.COM - Tradisi mengirim bingkisan atau hampers kepada keluarga dan kerabat jelang Lebaran bisa menjadi beban keuangan jika tidak direncanakan dengan matang. Menyikapi hal ini, seorang perencana keuangan memberikan sejumlah kiat praktis agar kebiasaan berbagi kebahagiaan ini tidak menguras tabungan, termasuk dengan menetapkan batas anggaran yang jelas sejak awal.
Kiat Merencanakan Anggaran Hampers dari Ahli
Rista Zwestika, seorang praktisi perencanaan keuangan, menekankan pentingnya perencanaan yang cermat. Langkah pertama dan paling krusial adalah menentukan pagu anggaran secara spesifik sebelum mulai berbelanja. Dengan begitu, niat baik untuk berbagi tidak berujung pada kondisi keuangan yang sulit.
“Pertama tentukan anggaran hampers dari awal. Misalnya maksimal 5-10 persen dari THR,” ujarnya dalam keterangan kepada Antara, Sabtu (7 Maret 2026).
Setelah angka anggaran dan daftar penerima bingkisan jelas, langkah selanjutnya adalah melakukan riset. Luangkan waktu untuk membandingkan produk dan harga di pasaran agar mendapatkan barang yang sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Perencanaan pembelian ini dapat mencegah pengeluaran impulsif yang kerap terjadi saat euforia Lebaran.
Esensi Hampers Ada pada Perhatian, Bukan Harga
Rista juga mengingatkan bahwa nilai sebuah bingkisan Lebaran tidak diukur dari kemewahannya. Menurutnya, menyiapkan hampers secara mandiri justru bisa menjadi alternatif yang lebih hemat dan penuh makna.
“Hampers tidak harus mahal, yang penting adalah perhatian dan niat berbagi,” tegas CEO dan Founder Finante tersebut.
Pendekatan ini tidak hanya menjaga keuangan, tetapi juga mengembalikan esensi tradisi berbagi sebagai wujud silaturahmi. Ia menyarankan untuk membatasi pengiriman bingkisan hanya kepada orang-orang yang memiliki ikatan kedekatan personal, seperti keluarga inti, kerabat dekat, dan sahabat.
Potret Tradisi Berbagi di Masyarakat
Kebiasaan bertukar hampers ini ternyata telah menjadi praktik sosial yang luas. Sebuah laporan survei bertajuk "Future Insight into Ramadan and Eid 2025" mengungkapkan bahwa tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim, tetapi juga diikuti oleh warga non-Muslim.
Survei yang melibatkan 1.702 responden Muslim dan 245 responden non-Muslim itu menunjukkan kisaran dana yang biasa disiapkan. Di kalangan non-Muslim, anggaran berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Sementara di kalangan Muslim, angkanya sedikit lebih tinggi, yaitu antara Rp250 ribu sampai Rp500 ribu per orang.
Isi bingkisan pun umumnya bersifat praktis dan konvensional, seperti aneka kue kering, makanan atau minuman dalam kemasan, serta bahan-bahan pokok. Data ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana masyarakat mengalokasikan dananya untuk tradisi tahunan ini, sekaligus menjadi acuan untuk membuat perencanaan yang realistis.
Artikel Terkait
Samsung Rencanakan Peluncuran Galaxy Glasses Berbasis AI pada 2026
Pasar Takjil Jalan Garuda Banda Aceh Ramai Jadi Ritual Sore Ramadan
Otorita IKN Gelar Safari Ramadan untuk Serap Aspirasi Warga Sekitar Ibu Kota Baru
KPK Telusuri Aliran Dana Rp46 Miliar Kasus Outsourcing Pekalongan