Ustazah Munifah Syanwani: Hidup Sederhana Kunci Ketenangan Batin di Era Materialistis

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:00 WIB
Ustazah Munifah Syanwani: Hidup Sederhana Kunci Ketenangan Batin di Era Materialistis

PARADAPOS.COM - Dalam arus budaya yang kerap mengagungkan kemewahan dan kesenangan instan, konsep hidup sederhana justru menawarkan ketenangan batin yang lebih dalam. Ustazah Munifah Syanwani, dalam program Lentera Kalbu, akan mengupas tuntas bagaimana kita dapat mempertahankan kesederhanaan hidup untuk mencapai kepuasan dan kedamaian jiwa, meski dikelilingi oleh gaya hidup yang materialistis.

Mencari Ketenangan di Tengah Gaya Hidup Hedonis

Gaya hidup hedonis, yang berfokus pada pencarian kesenangan dan kepemilikan materi, memang terasa menggoda dan mudah ditemui di sekitar kita. Namun, banyak yang akhirnya merasa terjebak dalam lingkaran itu, justru kehilangan rasa puas yang hakiki. Di sisi lain, memilih untuk hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kekurangan. Sebaliknya, ini adalah sebuah sikap batin untuk lebih menghargai esensi, menemukan kebahagiaan dari hal-hal kecil, dan tidak membiarkan diri dikendalikan oleh keinginan untuk terus mengikuti tren.

Kiat Mempertahankan Kesederhanaan Hati

Ustazah Munifah Syanwani, melalui kajian spiritualnya, memberikan perspektif yang mendalam tentang topik ini. Menurutnya, kunci utamanya terletak pada pengelolaan hati dan pola pikir.

“Hidup sederhana itu soal bersyukur. Kalau hati sudah dipenuhi rasa syukur, apa yang kita miliki terasa lebih dari cukup. Kita jadi tidak terus-menerus mengejar apa yang orang lain punya,” ungkapnya.

Prinsip ini, lanjut Ustazah Munifah, akan secara alami membawa ketenangan. Ketika seseorang berhenti membandingkan hidupnya dengan orang lain dan fokus mensyukuri anugerah yang telah diterima, tekanan untuk mengikuti gaya hidup hedonis pun akan berkurang. Kebahagiaan kemudian dapat ditemukan dalam momen-momen sederhana yang sering kali terlewatkan.

Manfaat Nyata bagi Kesehatan Mental

Pilihan untuk hidup sederhana membawa dampak nyata bagi kesehatan jiwa. Dengan mengurangi kecemasan akan pencapaian materi dan penilaian orang lain, beban mental menjadi lebih ringan. Hidup menjadi lebih terarah pada nilai-nilai yang personal dan bermakna, bukan sekadar memenuhi tuntutan eksternal yang tak pernah habis.

“Dengan hidup sederhana, kita melatih diri untuk puas. Kepuasan itu yang bikin hati tenang dan pikiran jernih. Kita tidak mudah stres hanya karena tidak bisa membeli barang baru atau ikut tren terbaru,” jelas Ustazah Munifah.

Pendekatan ini pada akhirnya membebaskan energi dan pikiran untuk hal-hal yang lebih substantif, seperti memperdalam hubungan dengan keluarga, berkontribusi kepada masyarakat, atau mendekatkan diri kepada spiritualitas. Dengan demikian, kesederhanaan bukanlah sebuah pembatasan, melainkan sebuah jalan untuk meraih kebebasan dan kedamaian yang sesungguhnya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar