PARADAPOS.COM - Seorang pria berusia 39 tahun meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di perlintasan Green Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (17/1) petang sekitar pukul 17.50 WIB. Korban yang berinisial T tewas di tempat kejadian akibat luka berat di kepala dan patah kaki. Insiden ini terekam dalam video yang memperlihatkan korban tiba-tiba menyeberang rel meskipun sirene peringatan telah berbunyi.
Kronologi Insiden yang Terekam Kamera
Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana di perlintasan itu tampak seperti biasa ketika sirene peringatan berbuny. Sejumlah pengendara motor dan mobil telah berhenti menunggu di kedua sisi rel. Dua pejalan kaki terlihat berlari menjauh dari area rel menyusul bunyi peringatan tersebut. Kereta api ekspres bandara kemudian melintas di jalur rel bagian barat dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Namun, dalam situasi yang mengejutkan, korban justru berjalan memasuki area rel dari arah timur. Ia menyeberang dengan membelakangi arah datangnya kereta yang baru saja melintas. Tabrakan pun tidak terhindarkan di hadapan para saksi mata yang antre.
Keterangan Resmi dari Kepolisian
Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, mengonfirmasi detail tragis dari insiden tersebut. Ia menjelaskan kondisi korban usai kejadian.
"Mengalami luka di bagian kepala, robek, pelipis robek, kaki kanan patah, meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara)," jelas Joko saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Joko Siswanto memaparkan kronologi pergerakan korban sebelum tertabrak.
"Menyeberang jalan dari arah timur menuju ke arah barat. Setibanya di dekat perlintasan kereta api Green Garden tertemper Kereta Api Ekspres Bandara Nomor Lokomotif 902," tuturnya.
Setelah kejadian, proses evakuasi segera dilakukan. "Selanjutnya jenazah di evakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang," imbuhnya.
Refleksi atas Keselamatan di Perlintasan
Insiden memilukan di Kebon Jeruk ini kembali menyoroti kerentanan keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya di area padat penduduk Ibu Kota. Meskipun peringatan sirene telah aktif, faktor kewaspadaan individu dan kepatuhan terhadap rambu tetap menjadi penentu utama. Kejadian ini berdampak tidak hanya pada korban dan keluarga, tetapi juga pada para saksi mata dan pengemudi yang menyaksikan peristiwa tragis itu secara langsung di depan mereka.
Artikel Terkait
KPK Pindahkan Gubernur Nonaktif Riau ke Rutan Pekanbaru Jelang Sidang
KAI Commuter Proyeksikan Tiga Stasiun Ini Paling Padat Saat Lebaran 2026
Suami di Depok Jadi Tersangka Pembunuhan Istri yang Ditemukan Tinggal Rangka
Bulog Sumut Salurkan Bantuan Pangan ke 1,7 Juta Keluarga