Israel memberi tenggat waktu hingga 7 Oktober 2025 bagi warga Gaza, Palestina, untuk meninggalkan wilayah tersebut sebelum pasukan militernya melakukan pendudukan penuh.
Ultimatum ini disampaikan jelang peringatan dua tahun serangan Hamas ke Israel pada 2023.
Mengutip Times of Israel, seorang pejabat senior yang enggan disebutkan namanya menyatakan kabinet telah menyetujui warga sipil akan diarahkan mengungsi ke bagian selatan Gaza.
Setelah itu, militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) akan melancarkan serangan besar-besaran untuk mengepung dan menghabisi seluruh anggota Hamas yang tersisa.
Ia juga mengindikasikan bahwa setelah wilayah utama dikuasai, operasi militer akan berlanjut ke area lain di Gaza yang belum sepenuhnya ditaklukkan.
Saat ini, Israel mengklaim telah menguasai 75 persen Jalur Gaza, sementara sisanya, sekitar 25 persen diyakini menjadi lokasi penyanderaan warga Israel.
Tercatat, hampir seluruh dari 2 juta penduduk Gaza kini berada di wilayah yang belum dikuasai IDF.
Hamas sebelumnya mengancam akan mengeksekusi para sandera jika mendeteksi pergerakan pasukan Israel semakin dekat.
Namun, rencana pendudukan penuh ini menuai penolakan dari internal militer Israel sendiri. Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir secara terbuka menentang usulan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
"Nyawa para sandera akan terancam jika kita melanjutkan rencana pendudukan Gaza. Tak ada jaminan bahwa kita tidak akan menyakiti mereka. Pasukan kita sudah usang, peralatan militer perlu perawatan, dan ada kekhawatiran kemanusiaan," kata Zamir, dikutip Sabtu 9 Agustus 2025.
Rencana ini juga memicu gelombang kecaman internasional. The Telegraph melaporkan, Dewan Keamanan PBB telah menggelar pertemuan darurat pada Sabtu ini untuk membahas langkah Israel tersebut.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa kebijakan itu hanya akan memperparah pertumpahan darah.
Sementara Jerman mengumumkan penghentian penjualan senjata ke Israel hingga pemberitahuan lebih lanjut, sebagai bentuk respons atas rencana pendudukan penuh Gaza.
Sumber: rmol
Foto: Ilustrasi/Net
Artikel Terkait
Pengacara Klaim Denada Punya Tiga Anak, Ungkap Gaya Hidup Masa Lalu
Selebritas Ambon Gilcan Diterpa Kontroversi Video 54 Detik Usai Ungkap Tarif Endorse Rp1,5 Juta per Menit
Pengacara Klaim Denada Memiliki Tiga Anak, Bukan Dua
Presiden Prabowo Targetkan Program Makan Bergizi Gratis Capai 82,3 Juta Penerima pada 2026