PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran. Kebijakan penghematan tersebut diambil sebagai respons atas dampak konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi ekonomi global. Dalam sebuah diskusi yang disiarkan pada Minggu (22/3/2026), Prabowo menyatakan penghematan akan difokuskan pada sektor lain, bukan pada program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia ini.
Komitmen di Tengah Tekanan Anggaran
Tekanan untuk mengevaluasi program prioritas muncul seiring dengan kebutuhan pemerintah melakukan penyesuaian fiskal. Namun, Presiden dengan tegas menolak opsi menghentikan MBG. Ia meyakini anggaran negara masih mampu mendukung program tersebut, seraya menekankan pentingnya memastikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda nggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak 'umurmu berapa?' 11 tahun. Badannya anak 4 tahun,” tutur Prabowo, menggambarkan pengalamannya melihat langsung kondisi di lapangan.
Keyakinannya akan pilihan kebijakan ini begitu kuat. “Saya hakulyakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat,” lanjutnya.
Mencari Ruang Efisiensi Tanpa Mengorbankan Rakyat
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa krisis global tidak boleh mengalihkan perhatian dari pembangunan manusia. Menurut Presiden, masih banyak celah penghematan lain yang bisa digali tanpa menyentuh program yang dianggapnya fundamental.
“Jadi jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak,” ucapnya menegaskan.
Dukungan dan Pengakuan Internasional
Prabowo juga mengungkapkan bahwa program ini mendapatkan apresiasi dari lembaga-lembaga global. Indonesia disebutnya merupakan negara ke-77 yang menjalankan program serupa, yang kini telah diadopsi lebih dari 100 negara. Dukungan itu datang, salah satunya, berdasarkan kajian manfaat ekonomi yang signifikan.
“Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, 'This is the best investment, Mr. President, you have made the best'. Do you know why? Karena satu dolar di-spend di MBG the return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dollar, dan ini dari Rockef Institute ya. Ini juga world food program dari PBB,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Jadi this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi masih banyak penghematan lain yang riil yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya.”
Mengakui Tantangan dan Melanjutkan Perbaikan
Di sisi lain, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kendala dalam implementasi. Prabowo mengakui masih ditemui pelanggaran di lapangan, yang ditanggapi dengan tindakan tegas, termasuk penutupan ribuan titik layanan yang tidak memenuhi standar.
“Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1.000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku, “Tapi yang yang sedih kalau dia bungkus untuk bawa pulang. Nah, tapi ini ini juga ya bagaimana kita harus yakinkan mereka cuci tangan kalau mau makan pakai tangan. Ini kita sudah bagi sendok-sendok plastik tapi ya. Tapi benar pelanggaran kita kejar.”
Dengan demikian, komitmen untuk melanjutkan program ini diiringi dengan pengakuan bahwa perjalanan menuju pelaksanaan yang optimal masih memerlukan pengawasan dan penyempurnaan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Renovasi 300.000 Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran dalam Lima Tahun
Lebih dari 200 Diaspora Indonesia Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di Stockholm
ASDP Catat Lonjakan Penumpang dan Kendaraan Mudik Lebaran 2026
Ribuan Warga Padati Monas di H+1 Lebaran 2026