Arus Mudik Lebaran 2026 Masih Padat, Jasa Marga Imbau Atur Waktu Pulang

- Minggu, 22 Maret 2026 | 18:00 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026 Masih Padat, Jasa Marga Imbau Atur Waktu Pulang

PARADAPOS.COM - Arus mudik Lebaran 2026 masih terpantau padat hingga hari raya Idul Fitri, Sabtu (21/3). Data dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan, lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabodetabek pada hari H masih didominasi oleh kendaraan menuju arah timur, seperti ke jalur Trans Jawa dan Bandung. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengimbau masyarakat yang masih di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan pulang guna menghindari kepadatan puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada Selasa (24/3).

Dominasi Arus ke Timur dan Lonjakan Volume

Berdasarkan pantauan di lapangan, gelombang mudik tahun ini menunjukkan intensitas yang luar biasa. Hingga Sabtu (21/3) kemarin, sebanyak 197.119 kendaraan tercatat keluar dari Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama. Yang menarik, lebih dari separuhnya—tepatnya 57,5 persen—masih mengalir ke arah timur. Rinciannya, arus menuju Trans Jawa melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama dan ke Bandung via GT Kalihurip Utama menjadi penyumbang terbesar.

Rivan Purwantono memaparkan data yang lebih spesifik. Lonjakan signifikan terlihat jelas di kedua gerbang tol tersebut jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal.

"Kami mencatat kendaraan yang melalui GT Cikampek Utama mencapai 68.374 kendaraan, meningkat hingga 113,2 persen terhadap lalu lintas normal. Selain itu, kenaikan lalu lintas signifikan juga terlihat untuk yang mengarah ke Bandung melalui GT Kalihurip Utama yaitu sebanyak 45.086 kendaraan, meningkat 13,9 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal," jelasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (22/3).

Imbauan Strategis untuk Arus Balik

Melihat kondisi ini, manajemen Jasa Marga mulai mengarahkan perhatian pada periode arus balik yang biasanya lebih singkat namun sangat padat. Rivan menekankan pentingnya pengaturan waktu bagi pemudik yang masih memiliki kelonggaran. Dia menawarkan solusi konkret untuk mengurangi beban jalan raya sekaligus memberikan kenyamanan.

Masyarakat diimbau mempertimbangkan untuk kembali pada periode Work From Anywhere (WFA) pada 25-27 Maret 2026. Selain perjalanan yang diharapkan lebih lancar, pemudik juga bisa memanfaatkan insentif diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas Jasa Marga Group yang akan kembali berlaku pada 26-27 Maret.

"Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit, seperti pagi dan malam hari, serta mengantisipasi potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang umumnya mengalami peningkatan volume lalu lintas pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri," tutur Rivan.

Kesiapan Perjalanan dan Akumulasi Angka Mudik

Di luar pengaturan jadwal, kesiapan berkendara menjadi faktor kunci lain. Jasa Marga mengingatkan para pengguna jalan untuk memastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan benar-benar prima. Persiapan logistik seperti bekal, bahan bakar, dan saldo uang elektronik juga tidak boleh diabaikan. Kepatuhan pada rambu dan arahan petugas di lapangan, serta disiplin dalam menggunakan fasilitas rest area, dinilai sangat penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Secara kumulatif, volume kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek dalam periode H-10 hingga hari H Lebaran (11-21 Maret 2026) telah mencapai angka 2.007.253 kendaraan. Angka ini mencakup arus dari empat GT utama: Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak).

Total tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 24,6 persen dibandingkan arus normal yang berkisar 1,6 juta kendaraan. Menurut perhitungan internal perusahaan, angka dua juta kendaraan ini telah memenuhi sekitar 56,89 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan keluar dari Jabodetabek selama periode mudik hingga 31 Maret mendatang. Data ini menggambarkan betapa besarnya gelombang perpindahan manusia yang terjadi dan pentingnya manajemen lalu lintas yang cermat di hari-hari mendatang.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar