BNPB Laporkan Cuaca Ekstrem dan Banjir Landa Tiga Provinsi Saat Libur Idulfitri

- Minggu, 22 Maret 2026 | 18:25 WIB
BNPB Laporkan Cuaca Ekstrem dan Banjir Landa Tiga Provinsi Saat Libur Idulfitri

PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi, berupa cuaca ekstrem dan banjir, yang melanda tiga provinsi di Indonesia tepat pada masa libur Idulfitri 1447 Hijriah, 20-22 Maret 2026. Kejadian ini berdampak pada ratusan keluarga, menyebabkan kerusakan rumah, infrastruktur, serta memaksa sejumlah warga untuk mengungsi.

Cuaca Ekstrem Landa Cianjur, Jawa Barat

Gelombang cuaca buruk membuka rangkaian bencana ini di Jawa Barat. Hujan lebat disertai angin kencang menerjang lima desa di empat kecamatan Kabupaten Cianjur pada Jumat, 20 Maret. Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap, dan sejumlah pohon tumbang menimpa permukiman warga.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. "Adapun yang pertama di Provinsi Jawa Barat, fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang, melanda lima desa di empat kecamatan, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (20 Maret 2026),” tuturnya dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Tim penanggulangan bencana setempat pun langsung bergerak. Fokus penanganan awal difokuskan pada pembersihan material pohon tumbang dan perbaikan darurat rumah-rumah warga yang rusak untuk memulihkan kondisi secepatnya.

Banjir Rendam Permukiman di Depok dan Mojokerto

Tak berselang lama, banjir meluap di wilayah lain. Pada Sabtu (21/3), dua kelurahan di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, terendam air. Ribuan keluarga merasakan dampaknya, dengan puluhan rumah terendam dan sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman.

Abdul Muhari menyampaikan update terkini kondisi di Depok. "Kaji cepat sementara tercatat sekitar 691 unit rumah terdampak. Kondisi terkini menunjukkan banjir telah berangsur surut," jelasnya.

Sementara itu, di Jawa Timur, Kabupaten Mojokerto telah lebih dulu dihantam banjir sejak Jumat (20/3). Dampaknya cukup signifikan, tidak hanya merendam ratusan rumah dan lahan pertanian, tetapi juga merusak infrastruktur vital seperti tanggul dan akses jalan. Hingga laporan ini dibuat, genangan air dilaporkan mulai mengering dengan kondisi cuaca yang berangsur membaik.

Maluku Juga Tak Luput dari Terpaan

Bencana serupa turut terjadi di wilayah timur Indonesia. Pada hari yang sama dengan banjir di Depok, Sabtu (21/3), Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, juga dilanda banjir. Dua desa menjadi wilayah terdampak utama, dengan ratusan kepala keluarga merasakan akibatnya.

Meski demikian, terdapat kabar baik dari lapangan. Abdul Muhari mengonfirmasi bahwa situasi di Maluku juga mulai menunjukkan perbaikan. "Kondisi saat ini banjir mulai surut," ungkapnya, menandai berakhirnya periode kritis di ketiga lokasi bencana tersebut.

Laporan dari BNPB ini menggarisbawahi kerentanan berbagai wilayah di Indonesia terhadap fenomena hidrometeorologi, terutama pada periode peralihan musim yang kerap ditandai dengan cuaca ekstrem. Koordinasi antar lembaga dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana tetap menjadi kunci penting dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar