Insentif Fiskal dan Ekosistem Siap Pakai Dongkrak Investasi di KEK Mandalika

- Minggu, 29 Maret 2026 | 14:50 WIB
Insentif Fiskal dan Ekosistem Siap Pakai Dongkrak Investasi di KEK Mandalika

PARADAPOS.COM - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus mengukuhkan diri sebagai destinasi investasi dan pariwisata premium. Dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), kawasan ini menggabungkan insentif fiskal yang menarik, kemudahan perizinan, dan infrastruktur terpadu untuk menarik investor domestik maupun global. Pencapaiannya ditopang oleh kinerja pariwisata yang solid, termasuk penyelenggaraan event balap motor dunia yang mendongkrak kunjungan.

Paket Insentif Kompetitif untuk Investor

KEK Mandalika menawarkan paket insentif yang komprehensif untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian berinvestasi. Dari sisi fiskal, investor dapat memanfaatkan fasilitas Tax Holiday untuk kegiatan usaha inti, dilanjutkan dengan skema pengurangan pajak. Opsi Tax Allowance juga tersedia, berupa pengurangan penghasilan kena pajak, percepatan depresiasi aset, serta pengaturan tarif pajak dividen yang menguntungkan bagi investor asing.

Kemudahan juga diberikan pada aspek perpajakan tidak langsung. Investor berhak atas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk impor barang modal tertentu, pembebasan bea masuk, serta pembebasan pajak penjualan atas barang mewah untuk properti yang dibangun di dalam kawasan.

Lebih dari Sekadar Insentif: Membangun Ekosistem Siap Pakai

Menurut Febrina Mediana, Direktur Komersial dan Marketing ITDC, daya tarik utama Mandalika bukan semata pada insentif, melainkan pada ekosistem yang sudah siap dieksekusi. Ia menekankan bahwa kawasan ini dibangun dengan pendekatan holistik.

"Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment-ready ecosystem, di mana insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta demand yang terus bertumbuh. Hal ini memberikan confidence bagi investor untuk masuk lebih cepat, lebih efisien, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di kawasan," jelasnya dalam siaran pers, Minggu (29 Maret 2026).

Dukungan non-fiskal turut memperlancar arus investasi. Pelayanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan mengurus tenaga kerja asing, dan kepastian hukum melalui hak atas tanah yang dapat dijadikan agunan bank dengan jangka waktu hingga 80 tahun menjadi faktor pendorong penting.

Masterplan Terintegrasi dan Kinerja Pariwisata

Pengembangan fisik KEK Mandalika mengacu pada masterplan terintegrasi yang membagi kawasan ke dalam zona-zona strategis. Beberapa area unggulan yang sedang dikembangkan antara lain Golf Resort Community seluas 298 hektare, Tanjung Aan Premium Serenity District untuk hotel internasional seluas 146 hektare, serta Eastern Adventure District seluas 164 hektare yang terbuka bagi investasi di sektor hiburan dan gaya hidup. Prinsip keberlanjutan juga dipegang teguh, dengan mengalokasikan sekitar 30% ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove seluas 45 hektare di sisi timur.

Dari sisi kinerja, daya tarik kawasan ini telah terbukti secara nyata. Sepanjang tahun 2025, Mandalika mencatatkan lebih dari 1,4 juta kunjungan wisatawan dengan tingkat okupansi rata-rata 55%. Angka tersebut melonjak signifikan, bahkan mencapai 90-100%, selama periode penyelenggaraan ajang balap MotoGP.

Posisi sebagai Destinasi Sportstainment Kelas Dunia

Penyelenggaraan berbagai event internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship (ARRC) semakin memperkuat positioning Mandalika. Keberadaan Sirkuit Mandalika berperan sebagai katalis utama, mengubah kawasan ini menjadi destinasi sportstainment tourism yang diakui secara global. Gelaran event-event besar tersebut tidak hanya memompa kunjungan, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mendorong perekonomian lokal dan sektor pariwisata secara keseluruhan.

Dengan kombinasi dukungan kebijakan, kesiapan infrastruktur, dan pertumbuhan aktivitas yang konsisten, KEK Mandalika semakin mantap menapaki perannya sebagai Indonesia’s Premier Sportstainment Destination.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar