DPR Desak Peningkatan Perlindungan Petugas Karhutla Usai Gugurnya Manggala Agni

- Rabu, 01 April 2026 | 14:50 WIB
DPR Desak Peningkatan Perlindungan Petugas Karhutla Usai Gugurnya Manggala Agni

PARADAPOS.COM - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak peningkatan perlindungan bagi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seruan ini disampaikan menyusul gugurnya seorang personel Manggala Agni di Riau, Senin (30/3/2026), dan menegaskan perlunya standar keselamatan serta peralatan yang memadai untuk pekerjaan berisiko tinggi tersebut.

Desakan Pasca Insiden Memilukan

Pernyataan politisi dari Komisi IV yang membidangi kehutanan itu merupakan respons langsung atas kabar duka yang datang dari Riau. Muharmizan, personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, meninggal dunia usai bertugas memadamkan api di Kabupaten Bengkalis. Insiden ini mengingatkan kembali pada tragedi serupa yang menimpa seorang perwira Brimob Polda Riau pada Agustus 2025 silam di Rokan Hilir.

Merespons kejadian beruntun ini, Alex Lukman menekankan bahwa keselamatan jiwa petugas harus menjadi prioritas utama. Ia mendesak kementerian terkait untuk memastikan seluruh perlengkapan standar keamanan tinggi tersedia dan digunakan, bukan sekadar peralatan seadanya.

“Nyawa itu sangat berharga, karenanya perlengkapan keselamatan itu sangat penting tersedia dan dipakai secara lengkap saat bertugas,” tegas Alex di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Perlindungan yang Lebih Komprehensif

Lebih dari sekadar alat, Alex juga menyoroti aspek perlindungan lain yang tak kalah vital. Ia menekankan pentingnya jaminan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja yang menyeluruh bagi ratusan personel Manggala Agni yang bertugas, khususnya di wilayah Sumatera. Perlindungan ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap para pahlawan di garis depan dan keluarga yang mereka tinggalkan.

Selain itu, politisi tersebut mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi setiap petugas. Aktivitas pemadaman karhutla yang sangat menguras tenaga dan mental, menurutnya, memerlukan pemantauan kondisi fisik secara ketat. Deteksi dini terhadap masalah kesehatan dapat mencegah potensi kecelakaan kerja yang fatal.

“Mewakili pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya salah seorang anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak. Kami juga meminta agar penyebab gugurnya personel ini diselidiki hingga tuntas,” ungkapnya.

Kondisi Karhutla yang Masih Aktif

Sementara upaya perbaikan sistem keselamatan digaungkan, ancaman di lapangan belum usai. Data terbaru per Selasa (31/3) menunjukkan masih ada 21 titik api yang tersebar di beberapa wilayah Riau. Kabupaten Bengkalis, lokasi gugurnya Muharmizan, tercatat sebagai area dengan titik api terbanyak, yakni delapan titik, dengan kondisi api masih aktif disertai asap tebal.

Upaya pemadaman intensif terus dilakukan di berbagai lokasi, termasuk Pelalawan dan Indragiri Hilir. Di lapangan, petugas dikabarkan tengah melakukan penyekatan menggunakan alat berat untuk membatasi laju api dan mencegahnya meluas ke area hutan yang lebih luas. Situasi ini menggambarkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi para petugas pemadam di tengah kondisi alam yang tidak menentu.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar