BNPB Tinjau Kerusakan Gereja Pascagempa M7,6 di Sulawesi Utara

- Jumat, 03 April 2026 | 17:50 WIB
BNPB Tinjau Kerusakan Gereja Pascagempa M7,6 di Sulawesi Utara

PARADAPOS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, meninjau langsung dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dengan mengunjungi Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Jumat (3/4). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan bangunan yang tetap digunakan untuk ibadah Jumat Agung, sekaligus menyalurkan bantuan awal kepada jemaat yang terdampak.

Tinjauan Langsung dan Komitmen Penanganan

Di tengah suasana duka pascabencana, Suharyanto turun ke lokasi untuk melihat secara dekat kerusakan yang terjadi. Plafon gereja yang runtuh menjadi perhatian utama, mengingat tempat ibadah tersebut masih dipakai untuk aktivitas keagamaan. Dalam kunjungannya, sang jenderal tidak hanya melakukan penilaian cepat, tetapi juga langsung memberikan bantuan sebagai bentuk respons cepat pemerintah.

Bantuan senilai Rp10 juta dalam bentuk tunai, disertai paket makanan khusus untuk anak-anak dan lansia, diserahkan langsung kepada pengurus gereja. Langkah ini dimaksudkan untuk meringankan beban sementara sambil menunggu proses koordinasi penanganan lebih lanjut.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Menyadari bahwa penanganan pascabencana memerlukan sinergi yang solid, Kepala BNPB menegaskan bahwa langkah selanjutnya akan dilakukan bersama dengan otoritas lokal. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dinilai krusial untuk memastikan rehabilitasi bangunan berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Penanganan kerusakan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa," tegas Suharyanto saat berada di lokasi.

Respons dari Pengurus Gereja

Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Pst Emmanuel Ohoiwutun, MSc, menyambut positif kedatangan dan bantuan dari pemerintah pusat. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan harapan agar perhatian yang diberikan dapat segera diimplementasikan dalam bentuk perbaikan fisik dan pemulihan kondisi jemaat.

"Saya menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari pemerintah pusat dan berharap bantuan ini segera diwujudnyatakan," ungkapnya.

Dampak Gempa yang Melanda

Gempa kuat yang menjadi pemicu rangkaian peristiwa ini terjadi sehari sebelumnya, pada Kamis (2/4) pagi. Berdasarkan analisis terkini BMKG, guncangan berkekuatan M7,6 itu berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 kilometer. Getarannya terasa luas dan menimbulkan kerusakan di beberapa titik.

Di Kota Manado, gempa tersebut merenggut satu nyawa dan menyebabkan sejumlah orang luka-luka. Tidak hanya rumah ibadah, infrastruktur lain seperti gedung KONI Sario Manado juga mengalami kerusakan parah, dengan sayap kirinya dilaporkan ambruk. Peristiwa ini kembali mengingatkan semua pihak akan tingginya kerentanan wilayah terhadap bencana seismik dan pentingnya respons yang terpadu dan penuh empati.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar