PARADAPOS.COM - PT Bank Seabank Indonesia mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, ditandai dengan ekspansi basis nasabah hingga 28 juta rekening dan peningkatan laba bersih yang signifikan. Bank digital yang terafiliasi dengan Shopee ini juga mencatatkan transaksi harian yang sangat aktif, dengan perputaran uang rata-rata melampaui Rp5 triliun per hari di akhir tahun.
Ekspansi Basis Nasabah dan Transaksi
Lonjakan jumlah nasabah menjadi 28 juta rekening menjadi fondasi utama pertumbuhan SeaBank. Aktivitas transaksi harian mencerminkan adopsi yang masif, dengan lebih dari 12 juta transksi diproses setiap harinya. Pada Desember 2025, nilai transaksi yang mengalir di platform bank digital ini rata-rata mencapai lebih dari Rp5 triliun per hari, sebuah angka yang menggambarkan intensitas penggunaan layanannya dalam ekonomi digital.
Kinerja Intermediasi dan Kesehatan Kredit
Di sisi penyaluran kredit, SeaBank berhasil mencatatkan angka Rp32,1 triliun hingga akhir 2025. Meski demikian, perlu dicermati bahwa rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) mengalami sedikit peningkatan menjadi 1,82%, naik dari posisi 1,74% pada tahun 2024 sebelumnya. Peningkatan ini perlu dipantau dalam konteks ekspansi kredit yang cepat.
Sementara itu, kemampuan menghimpun dana masyarakat juga menguat. Dana Pihak Ketiga (DPK) terkumpul sebesar Rp34,8 triliun, tumbuh dari posisi Rp26,7 triliun di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengindikasikan semakin diterimanya model keuangan digital sebagai alternatif penyimpanan dana.
Fundamental Perusahaan yang Menguat
Pertumbuhan yang pesat tercermin dalam laporan keuangan. Total aset SeaBank membengkak 28,5% secara tahunan menjadi Rp44,4 triliun. Dari sisi kesehatan modal, bank ini berada dalam posisi yang sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 23,3%, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan.
Profitabilitas juga menunjukkan tren positif. Return on Assets (ROA) berada di level 2,3%, sementara Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 11,5%. Konsistensi ini berpuncak pada laba bersih yang membukukan pertumbuhan luar biasa sebesar 79% menjadi Rp678,4 miliar pada 2025, dari sebelumnya Rp378,8 miliar.
Strategi dan Proyeksi Ke Depan
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menekankan bahwa kepercayaan nasabah adalah kunci pengembangan. "Kami melihat pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank digital SeaBank sebagai solusi keuangan sehari-hari," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Untuk mempertahankan momentum, SeaBank berencana menghadirkan sejumlah inovasi. Sasmaya menjelaskan bahwa perluasan akses menjadi prioritas. "Untuk semakin mempermudah dan memperluas aktivitas finansial dari nasabah, SeaBank berencana meluncurkan fasilitas kartu debit tahun ini," tuturnya. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk semakin mengintegrasikan layanan digitalnya dengan ekosistem transaksi riil di masyarakat.
Artikel Terkait
Mahasiswa Untirta Ditangkap Diduga Rekam Dosen di Toilet Kampus
Raviandi Ramadhan Kejar Tiket Asian Games 2026 Lewat Dua Disiplin di Kualifikasi China
Kim Seon-ho Ungkap Ritual Libur: Hanya Berbaring dan Kirim Foto Langit-Langit
Komisaris Utama PGN Beralih Pakai BBG untuk Kendaraan Pribadi