BI Malang Catat Akselerasi Aktivitas Usaha Triwulan I 2026, Didorong Momen Lebaran dan Panen Raya

- Minggu, 19 April 2026 | 04:25 WIB
BI Malang Catat Akselerasi Aktivitas Usaha Triwulan I 2026, Didorong Momen Lebaran dan Panen Raya

PARADAPOS.COM - Aktivitas dunia usaha di wilayah kerja Bank Indonesia Malang menunjukkan tren positif pada triwulan pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh momentum panjang hari raya, mulai dari Tahun Baru hingga Idulfitri, serta periode panen raya padi yang berjalan lancar. Data survei resmi dari otoritas moneter mengonfirmasi percepatan kinerja sektor perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan, meski di sisi lain terdapat catatan perlambatan dalam kondisi keuangan pelaku usaha.

Survei Tunjukkan Akselerasi Pertumbuhan Usaha

Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha yang dirilis Bank Indonesia, kinerja usaha di wilayah Malang mengalami akselerasi yang signifikan. Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat mencapai 22,72% pada triwulan I 2026, melonjak dari capaian 17,36% di triwulan sebelumnya. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa optimisme dan aktivitas bisnis di wilayah tersebut tengah menguat.

Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, menjelaskan bahwa momentum tersebut tidak lepas dari beberapa faktor pendorong utama. "Terakselerasinya kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 didorong terutama oleh meningkatnya kinerja sektor Perdagangan Besar & Eceran (SBT 13,47%), Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (SBT 7,89%), dan Industri Pengolahan (SBT 7,34%)," ungkapnya dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).

Momentum Panjang Hari Raya dan Panen Jadi Katalis

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peningkatan permintaan selama rangkaian hari raya—atau yang sering disebut long festive season—memberikan dampak berantai yang luas. Gelombang konsumsi pada momen Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri secara langsung menggerakkan roda perdagangan dan industri. Di saat bersamaan, sektor pertanian mendapat angin segar dari periode panen raya padi yang berjalan dengan baik berkat kondisi cuaca yang mendukung, sehingga turut menyumbang pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Faktor serupa juga mendorong peningkatan investasi. Kuspriyadi menambahkan, investasi pada triwulan I 2026 tumbuh dengan SBT 14,32%, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. "Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di tengah meningkatnya permintaan pada momen long festive season," jelasnya. Artinya, pelaku usaha tidak hanya memanfaatkan momentum jangka pendek, tetapi juga mulai melakukan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Catatan Kehati-hatian di Tengah Optimisme

Namun, di balik optimisme pertumbuhan, survei ini juga merekam sinyal yang perlu diperhatikan. Kondisi keuangan pelaku usaha justru menunjukkan perlambatan, dengan Saldo Bersih (SB) turun menjadi 10,25% dari sebelumnya 13,38%. Perlambatan ini, menurut analisis BI, disebabkan oleh kinerja akses kredit, likuiditas, dan rentabilitas yang tidak secepat pertumbuhan aktivitas usahanya. Data ini mengingatkan bahwa peningkatan permintaan dan produksi tidak selalu serta-merta diikuti oleh penguatan fundamental keuangan perusahaan.

Proyeksi Tetap Optimis untuk Triwulan Berikutnya

Meski ada catatan kehati-hatian, prospek ke depan tetap digambarkan positif. Responden survei memprakirakan kegiatan usaha akan terus meningkat pada triwulan II 2026 dengan SBT yang diproyeksikan mencapai 30,66%. Optimisme ini ditopang oleh ekspektasi permintaan pada hari besar keagamaan nasional seperti Iduladha, serta kelanjutan pembangunan berbagai proyek strategis pemerintah dan swasta.

Indra Kuspriyadi memperkuat proyeksi tersebut. "Peningkatan diprakirakan didorong oleh meningkatnya permintaan pada momen hari besar keagamaan nasional (HBKN) Iduladha dan berlanjutnya pembangunan proyek strategis pemerintah dan swasta," tuturnya. Dengan demikian, sinergi antara momentum konsumsi dan stimulus dari proyek infrastruktur diperkirakan akan terus menjaga laju pertumbuhan ekonomi wilayah Malang pada kuartal berikutnya.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar