PARADAPOS.COM - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi menyetujui penunjukan tiga direktur baru dan lima komisaris pada Jumat, 24 April 2026. Keputusan ini diambil dalam rangka memperkuat struktur manajemen dan tata kelola perusahaan di tengah ekspansi bisnis pertambangan emas. Perombakan jajaran pengurus ini juga mencakup pengunduran diri tiga anggota direksi lama yang akan kembali fokus pada induk usaha, PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Komposisi Direksi Baru: Kombinasi Teknis dan Finansial
Tiga nama yang kini duduk di jajaran direksi memiliki latar belakang yang saling melengkapi. Mereka adalah Nicholas John Green, Barend Johannes Nicolaas Knoetze, dan Suryadinata Tanu. Dalam siaran resmi perusahaan, kombinasi pengalaman mereka disebut mencakup aspek teknis, operasional, dan finansial yang solid.
Nicholas John Green, misalnya, bukanlah wajah baru di industri pertambangan. Ia dikenal sebagai pemimpin dengan pengalaman panjang dalam manajemen proyek di Asia Tenggara. Rekam jejaknya mencakup realisasi proyek pertambangan kompleks dan dorongan terhadap keunggulan operasional di berbagai komoditas.
Sementara itu, Barend Johannes Nicolaas Knoetze membawa keahlian teknis yang mendalam. Pengalamannya di bidang pertambangan, khususnya pada aspek rekayasa dan operasional proyek emas serta tembaga, dinilai sangat relevan. Ia dianggap memiliki kompetensi yang dapat langsung diterapkan pada kegiatan eksplorasi dan ekstraksi di lapangan.
Melengkapi duo teknis tersebut, Suryadinata Tanu hadir dengan latar belakang keuangan yang kuat. Ia memiliki pengalaman luas dalam mengelola fungsi finance, accounting, dan tax di sektor pertambangan. Kombinasi ini diharapkan mampu menyeimbangkan aspek operasional dengan pengelolaan keuangan yang prudent.
Penguatan Dewan Komisaris dengan Tiga Komisaris Independen
Tidak hanya jajaran direksi, perusahaan juga merombak Dewan Komisaris. Lima komisaris baru telah ditunjuk, termasuk tiga di antaranya yang berstatus komisaris independen. Langkah ini diambil untuk meningkatkan fungsi tata kelola dan pengawasan perusahaan.
Kelima nama tersebut adalah Winato Kartono, Xinyu Wang, Jona Widhagdo Putri (Komisaris Independen), John Mackay, dan Yu Gao (Komisaris Independen). Kehadiran tiga komisaris independen ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan berkomitmen pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Kami menyambut baik keputusan RUPST ini. Dengan struktur baru, kami optimistis dapat menjalankan strategi pertumbuhan yang lebih terukur,” demikian bunyi pernyataan resmi manajemen.
Transisi Kepemimpinan: Direksi Lama Kembali ke Induk Usaha
RUPST juga menyetujui pengunduran diri tiga anggota direksi lama, yaitu Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri. Ketiganya akan kembali fokus pada tanggung jawab strategis di Grup PT Merdeka Copper Gold Tbk, yang merupakan induk usaha Perseroan.
Pergantian ini terbilang wajar dalam siklus korporasi, terutama ketika sebuah anak perusahaan tengah mempercepat laju eksplorasi dan produksi. Dengan struktur baru ini, EMAS diharapkan dapat lebih gesit dalam mengelola aset pertambangan yang dimilikinya.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
SMA Negeri 1 Jepon Blora Disulap, Revitalisasi Rp1,6 Miliar dari Bansos Presiden Hampir Rampung
Robig Zaenudin Dipindahkan ke Nusakambangan Usai Positif Narkoba dan Diduga Kendalikan Peredaran dari Lapas
3.000 Kontainer Iran Tertahan di Karachi, Iran Siapkan Jalur Darat 900 Km ke Pakistan
Indonesia dan Inggris Teken Kerja Sama Modernisasi 1.500 Kapal Perikanan demi Kedaulatan Maritim