PARADAPOS.COM - Blora, Jawa Tengah, menjadi saksi transformasi besar di SMA Negeri 1 Jepon. Infrastruktur sekolah yang sebelumnya memprihatinkan—dengan ubin pecah, langit-langit berlubang, dan pintu kelas reyot—kini telah berubah total. Tiga ruang kelas dan satu gedung indoor menjalani revitalisasi menyeluruh dengan anggaran Rp1,6 miliar yang bersumber dari Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Proyek ini dikerjakan secara swakelola selama 120 hari, sejak 29 Desember 2025 hingga 28 April 2026, dan saat ini hampir rampung.
Kondisi Sebelum Revitalisasi: Ancaman di Ruang Belajar
Sebelum perbaikan besar-besaran dilakukan, suasana di SMA Negeri 1 Jepon jauh dari kata nyaman. Kepala sekolah, Dody Luhansa, menuturkan bahwa tiga ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Bukan sekadar masalah estetika, kerusakan itu nyata-nyata mengancam keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.
“Sebelum kegiatan revitalisasi ini, memang untuk tiga gedung yang ada di sini ada cukup banyak kerusakan,” ungkap Dody dalam keterangannya pada Jumat, 24 April 2026.
Selain ruang kelas, fasilitas sanitasi seperti toilet dan wastafel juga dalam kondisi rusak berat. Situasi ini jelas menghambat kenyamanan dan keamanan aktivitas sehari-hari di sekolah.
Proses Revitalisasi: Sentuhan Baru untuk Bangunan Tua
Program Revitalisasi Sekolah hadir sebagai solusi atas kondisi darurat tersebut. Anggaran sebesar Rp1,6 miliar yang digelontorkan digunakan untuk merombak total tiga ruang kelas dan satu gedung indoor. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara swakelola, sebuah langkah yang dipilih untuk memastikan hasil pembangunan maksimal dan efisien.
Pembangunan berjalan selama 120 hari kalender. Kini, pengerjaan ruang kelas hampir selesai dan mulai memperlihatkan wajah baru yang lebih modern. Bangunan yang dulu tampak lapuk dan usang, kini berdiri lebih tinggi dan lega. Interiornya pun terasa lebih cerah, memberikan nuansa segar bagi lingkungan sekolah.
“Ini gedung juga sedikit ditinggikan, sehingga jauh lebih nyaman bagi anak-anak untuk pembelajaran. Jadi, kami sangat terbantu dengan bantuan yang kami dapatkan ini,” jelas Dody.
Dampak dan Harapan: Semangat Baru di Kelas
Perubahan fisik bangunan ini membawa lebih dari sekadar tampilan baru. Kekhawatiran para guru dan orang tua terhadap keselamatan siswa perlahan mulai sirna. Suasana belajar yang lebih aman dan nyaman diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar para siswa.
Dengan langit-langit yang kokoh, lantai yang rata, dan pintu yang berfungsi baik, proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Jepon kini bisa berlangsung tanpa gangguan. Revitalisasi ini bukan hanya soal beton dan cat, melainkan tentang menciptakan lingkungan yang layak bagi generasi penerus bangsa.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kapolres Depok Duduk Bersama Jamaah Masjid, Ajak Dialog Warga Tekan Curanmor
Wakil Rektor ACU Soroti Kerentanan Generasi Muda di Tengah Tekanan Teknologi dan Ketidakpastian Karier
PepsiCo Targetkan Status Net Water Positive 2030, Daur Ulang Air hingga Reforestasi di Sukabumi
Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Diperiksa sebagai Tersangka TPPU di Bareskrim