Wakil Rektor ACU Soroti Kerentanan Generasi Muda di Tengah Tekanan Teknologi dan Ketidakpastian Karier

- Jumat, 24 April 2026 | 14:50 WIB
Wakil Rektor ACU Soroti Kerentanan Generasi Muda di Tengah Tekanan Teknologi dan Ketidakpastian Karier
PARADAPOS.COM - Wakil Rektor Australian Catholic University, Zlatko Skrbis, menyoroti kerentanan generasi muda di tengah perubahan teknologi dan dinamika global yang kian cepat. Dalam sebuah diskusi di Yogyakarta pada 24 April 2026, ia menekankan bahwa tanpa pembekalan yang tepat, tekanan psikologis, ketidakpastian karier, dan pergeseran nilai identitas diri dapat menggerus kualitas hidup, meskipun pertumbuhan ekonomi terus berlangsung. Sebagai respons, Human Flourishing Center hadir dengan pendekatan holistik yang tidak hanya mengutamakan prestasi akademik, tetapi juga kesejahteraan manusia secara utuh.

Tekanan di Balik Kemajuan

Perkembangan teknologi dan perubahan global memang membuka peluang, tetapi di sisi lain, generasi muda justru menghadapi tantangan yang kompleks. Mereka tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi teknis, tetapi juga harus bergulat dengan tekanan psikologis yang semakin berat. Ketidakpastian karier, melemahnya kohesi sosial, serta ketimpangan sosial menjadi persoalan yang mengemuka. Di lapangan, situasi ini terlihat jelas. Banyak anak muda yang merasa terjebak di antara tuntutan untuk terus maju dan realitas yang tidak selalu mendukung. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak serta-merta berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan mental. Inilah yang kemudian memicu meningkatnya isu kesehatan mental di kalangan generasi penerus.

Pendekatan Baru untuk Masa Depan

Menanggapi kondisi tersebut, Human Flourishing Center menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Program ini tidak sekadar berfokus pada nilai akademik, melainkan juga pada pembangunan kemampuan adaptasi, nilai etika, dan kepemimpinan. Semua itu dianggap sebagai fondasi utama agar generasi muda mampu menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Dalam praktiknya, generasi muda dilibatkan dalam berbagai kegiatan nyata. Mulai dari penelitian bersama, pelatihan keterampilan, hingga program berbasis komunitas yang mendorong mereka untuk memahami dan menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari solusi.

Suara dari Lapangan

“Secara fundamental, generasi muda adalah masa depan kita. Namun, secara konkret, kita dapat memfasilitasi perubahan dengan berfokus pada mereka mulai dari interaksi dengan teknologi, kesehatan mental, hingga keterampilan yang dibutuhkan dalam ekonomi yang terus berkembang,” ujar Zlatko dalam kesempatan tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa perubahan tidak bisa hanya terjadi di atas kertas. Dibutuhkan langkah nyata yang menyentuh aspek paling dasar dari kehidupan anak muda, yakni bagaimana mereka berinteraksi dengan teknologi, menjaga kesehatan mental, dan membekali diri dengan keterampilan yang relevan.

Aktor Utama, Bukan Sekadar Objek

Dengan segala tantangan yang ada, generasi muda kini dituntut untuk tidak lagi menjadi objek perubahan. Mereka harus menjadi aktor utama dalam menciptakan kesejahteraan sosial. Masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat perubahan terjadi, melainkan juga oleh kesiapan mereka dalam mengelola dan mengarahkan perubahan itu sendiri. Di tengah arus global yang deras, kesadaran ini menjadi kunci. Tanpa fondasi yang kuat, risiko terseret arus semakin besar. Namun, dengan pendekatan yang tepat, generasi muda bisa menjadi penentu arah, bukan sekadar penumpang di atas kapal yang sedang berlayar.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar