PARADAPOS.COM - Saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) anjlok 5,30 persen ke level Rp625 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026), sehari setelah pengumuman akuisisi perusahaan digital marketing asal Singapura, Orbit Marketing Pte Ltd, senilai 10 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp137,71 juta. Langkah korporasi ini justru mendapat respons negatif dari pasar, di tengah pergerakan saham yang fluktuatif dalam dua bulan terakhir.
Respons Pasar terhadap Akuisisi Orbit Marketing
Penurunan harga saham NATO terjadi sehari setelah emiten properti dan investasi itu mengumumkan pengambilalihan 100 persen saham Orbit Marketing Pte Ltd. Sehari sebelumnya, saham NATO sudah mengalami koreksi tipis sebesar 0,75 persen. Dalam sepekan terakhir, tekanan jual tampak mendominasi perdagangan saham berkode NATO tersebut.
Sepanjang tiga bulan terakhir, saham ini tercatat ambles 24,24 persen. Meski begitu, secara year to date (ytd), NATO masih mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 97,78 persen. Angka ini menunjukkan volatilitas tinggi yang dialami saham emiten yang sebelumnya bernama PT Surya Permata Andalan Tbk itu.
Nilai Transaksi dan Detail Akuisisi
Corporate Secretary NATO, Gede Putu Adnawa, mengonfirmasi nilai transaksi pengambilalihan tersebut.
"Perseroan melakukan akuisisi terhadap 100 persen saham pada Orbit Marketing Pte Ltd dengan nilai transaksi 10.000 dolar Singapura," ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dengan kurs acuan Rp13.771 per dolar Singapura, nilai akuisisi ini setara dengan Rp137,71 juta. Orbit Marketing Pte Ltd sendiri bergerak di bidang digital marketing, sebuah sektor yang tengah berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara.
Riwayat Perubahan Kendali dan Nama Emiten
Langkah akuisisi ini bukanlah satu-satunya perubahan besar yang dialami NATO dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, emiten ini berganti nama dari PT Surya Permata Andalan Tbk setelah diambil alih oleh PT Mercury Strategic Indonesia.
Pengendali baru tersebut mengakuisisi 2,15 miliar saham NATO atau setara 26,87 persen kepemilikan dari PT Karunia Berkah Jayasejahtera pada 12 Desember 2025. Perubahan kendali ini menjadi awal dari serangkaian transformasi bisnis yang tengah dijalankan oleh manajemen baru.
Di lantai bursa, pelaku pasar masih mencermati langkah selanjutnya dari emiten yang kini berada di bawah kendali Mercury Strategic ini. Fluktuasi harga saham NATO dalam beberapa pekan terakhir mencerminkan proses penyesuaian pasar terhadap arah baru perusahaan.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Empat Peserta Program Koperasi Desa Merah Putih Meninggal saat Latihan, Kemhan Evaluasi Prosedur Medis
Imigrasi dan Bareskrim Panggil 15 Perusahaan Sponsor yang Diduga Jadi Pintu Masuk Ratusan WNA Pelaku Judi Online
KPK Periksa Dua Saksi Biro Jasa di Bali, Dalami Aliran Uang Rp 145,5 Miliar ke Petugas Imigrasi
Polda Metro Jaya Tangkap 635 Tersangka dan Sita 13,42 Ton Obat Keras Ilegal yang Dijual dengan Kedok Toko Kosmetik