Biaya Perang AS-Iran Tembus USD29 Miliar, Naik USD4 Miliar dari Estimasi Sebelumnya

- Rabu, 13 Mei 2026 | 04:25 WIB
Biaya Perang AS-Iran Tembus USD29 Miliar, Naik USD4 Miliar dari Estimasi Sebelumnya
PARADAPOS.COM - Perang Amerika Serikat melawan Iran telah menghabiskan biaya hingga USD29 miliar atau sekitar Rp507,60 triliun, menurut angka terbaru dari pejabat senior Pentagon. Angka ini meningkat USD4 miliar (Rp70,01 triliun) dari estimasi sebelumnya yang diumumkan pada akhir April lalu. Kenaikan biaya tersebut muncul di tengah dinamika politik domestik AS, di mana Partai Demokrat mulai memanfaatkan isu pembiayaan perang untuk mengaitkannya dengan tekanan biaya hidup menjelang pemilu paruh waktu yang tinggal enam bulan lagi.

Rincian Biaya dan Metode Perhitungan

Pada 29 April, Pentagon memperkirakan biaya perang saat itu mencapai USD25 miliar (Rp437,58 triliun). Namun, angka tersebut direvisi naik setelah dilakukan pembaruan perhitungan. Jules Hurst, yang menjabat sebagai comptroller Pentagon, mengungkapkan kepada anggota parlemen pada Selasa bahwa angka terbaru itu mencakup biaya perbaikan dan penggantian peralatan, serta biaya operasional yang terus berjalan. “Tim staf gabungan dan tim comptroller terus meninjau estimasi tersebut,” kata Hurst dalam pernyataannya bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. Meski demikian, metode perhitungan yang digunakan Pentagon untuk mencapai total USD29 miliar masih belum jelas. Sebelumnya, seorang sumber internal mengatakan pada Maret bahwa pemerintahan Trump memperkirakan enam hari pertama perang saja telah menghabiskan sedikitnya USD11,3 miliar (Rp197,78 triliun).

Dampak Ekonomi Regional yang Meluas

Di sisi lain, Kementerian Keuangan Israel memperkirakan biaya perang selama 40 hari melawan Iran dan Lebanon mencapai sekitar USD17,5 miliar (Rp306,31 triliun), berdasarkan laporan Channel 12 Israel bulan lalu. Kerusakan fisik akibat serangan rudal juga tercatat masif. Iran dilaporkan meluncurkan sekitar 650 rudal balistik ke Israel, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Sementara itu, pejabat Iran memperkirakan kerugian langsung dan tidak langsung akibat perang mencapai angka yang jauh lebih besar, yakni sekitar USD270 miliar (Rp4.725,93 triliun). Angka kerugian Iran itu mencakup kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi secara keseluruhan. Dalam berbagai pembicaraan dengan Amerika Serikat, Teheran disebut-sebut menuntut kompensasi atas kerugian tersebut.

Kronologi Serangan dan Dampak Strategis

Amerika Serikat bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran pada 28 Februari. Serangan itu dengan cepat menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei beserta sejumlah petinggi militer, serta ratusan warga sipil. Namun, Iran segera membalas dengan memperketat kendali atas Selat Hormuz, jalur sempit yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Teheran juga melancarkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara Teluk yang menjadi sekutu Amerika Serikat, mengguncang stabilitas kawasan yang kaya minyak tersebut. Meski gencatan senjata rapuh yang dimediasi Pakistan sejak 8 April masih bertahan, Trump tetap mengecam respons terbaru Iran terhadap proposal penyelesaian dari Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa gencatan senjata berada di ambang keruntuhan.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar