PARADAPOS.COM - Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dalam serangkaian serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan pada Selasa, 26 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, empat korban jiwa dilaporkan merupakan anak-anak. Selain korban tewas, serangan yang berlangsung sepanjang hari itu juga melukai 40 warga lainnya. Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang terus meningkat di perbatasan selatan Lebanon.
Korban Jiwa dan Dampak Serangan
Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban terus bertambah seiring dengan masih berlangsungnya operasi militer di beberapa titik. Tim penyelamat masih berupaya menjangkau sejumlah lokasi yang terkena serangan, terutama di daerah pedesaan yang sulit diakses. Rumah sakit di kota-kota terdekat, seperti Nabatieh dan Tyre, menerima gelombang pasien dalam kondisi kritis.
Suasana di lokasi kejadian digambarkan mencekam. Warga yang selamat berusaha mengevakuasi tetangga mereka dari puing-puing bangunan yang runtuh. Laporan dari petugas medis di lapangan menyebutkan bahwa sebagian besar luka yang diderita korban akibat pecahan peluru dan reruntuhan.
Perluasan Operasi Darat Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya saat ini tengah memperluas operasi darat di Lebanon selatan. Ia menyatakan bahwa pasukan Israel telah menduduki sejumlah posisi strategis di wilayah tersebut sebagai bagian dari strategi militer yang lebih luas.
"Kami akan meningkatkan serangan, menambah daya tembak, dan kami akan menghancurkan mereka," ujar Netanyahu.
Pernyataan tegas itu muncul ketika serangan udara Israel di Lebanon selatan kembali menewaskan empat orang dan melukai tiga lainnya dalam waktu 24 jam terakhir. Netanyahu mengaku telah memerintahkan militer untuk meningkatkan ofensif dengan tujuan utama menghancurkan kelompok Hizbullah. Ia menambahkan bahwa Hizbullah terus menyerang Israel menggunakan drone, termasuk drone serat optik, namun Israel disebut tengah menyiapkan langkah penanggulangan.
Pelanggaran Gencatan Senjata
Media Lebanon NNA melaporkan bahwa rangkaian serangan terbaru ini merupakan pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh Amerika Serikat. Gencatan senjata yang sempat meredakan ketegangan selama beberapa waktu kini kembali goyah di tengah meningkatnya saling serang antara kedua pihak.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa warga sipil kembali menjadi pihak yang paling terdampak. Banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke daerah yang lebih aman di utara Lebanon. Jalan-jalan utama menuju perbatasan terlihat lengang, sementara patroli militer Israel semakin sering terlihat di titik-titik perbatasan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
786 Jemaah Haji Gorontalo Bersiap Laksanakan Lempar Jumrah di Mina
Anggota DPR: Regulasi AI di Indonesia Tertinggal Jauh dari Perkembangan Teknologi
Bupati Tanggamus Serahkan Sapi Kurban 1.038 Kg Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga
Harga Samsung Galaxy A35 5G Turun Signifikan di Awal 2026, Masih Jadi Primadona Kelas Menengah