PARADAPOS.COM - Sebanyak 50 becak motor (bentor) dimusnahkan di Yogyakarta pada Rabu (3/6) setelah para pengemudinya menerima becak listrik bantuan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6. Prosesi penghancuran ini menjadi titik balik bagi para pengayuh yang harus rela berpisah dengan kendaraan yang telah menjadi sumber penghidupan mereka selama bertahun-tahun. Sugiyo Pranoto (65), seorang pengemudi asal Pandak, Bantul, termasuk salah satu penerima becak listrik dalam program tersebut, yang mensyaratkan penyerahan bentor lama untuk dimusnahkan.
Perasaan Campur Aduk di Balik Penghancuran
Bagi Sugiyo, momen menyerahkan bentor yang telah dikayuhnya sejak 2015 bukanlah perkara mudah. Meski demikian, ia tak bisa menutupi rasa syukur atas kendaraan baru yang jauh lebih modern.
“Sedih ya, tapi suka sekali, dapat yang lebih baik,” katanya kepada awak media di lokasi, Rabu (3/6).
Pria yang sudah malang melintang mengayuh becak sejak 1981 ini mengaku bahwa becak listrik memberikan secercah harapan di usianya yang kian senja. Selain lebih ringan saat dikayuh, kendaraan itu dinilai jauh lebih hemat karena tak lagi membutuhkan bensin.
“Lebih murah. Sudah untung nggak beli bensin karena mahal. Sekarang cuma pakai listrik saja,” ujarnya.
Efisiensi Biaya Operasional
Selama ini, Sugiyo menghabiskan sekitar satu liter bensin setiap harinya. Bensin tersebut ia gunakan untuk beroperasi di kawasan Malioboro sekaligus perjalanan pulang-pergi dari rumahnya di Bantul ke pusat Kota Yogyakarta. Kini, dengan becak listrik, beban biaya harian itu bisa ditekan secara signifikan.
Target Kota: Bebas Bentor pada 2028
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang turut hadir dalam prosesi tersebut, menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan langkah penting untuk memastikan program transisi berjalan sesuai rencana. Kebijakan ini diambil agar tidak ada lagi armada bentor baru yang bermunculan di jalanan.
“Begitu menerima becak listrik, becak motornya dihancurkan. Harapan saya tidak ada orang yang menambah becak baru dalam bentuk konvensional,” ujar Hasto.
Menurut data yang disampaikan Hasto, saat ini sudah ada sekitar 260 becak listrik yang beroperasi di Kota Yogyakarta. Pemerintah kota menargetkan sebanyak 900 bentor yang masih beroperasi dapat tergantikan seluruhnya dalam dua tahun ke depan. Target akhir dari program ini adalah menjadikan kawasan Malioboro bebas dari bentor pada tahun 2028.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Masih Buru Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Usai OTT di Kantor Imigrasi Jakbar
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung atas Dugaan Korupsi Jual Beli Titik Dapur Program Makan Bergizi Gratis
Kejagung Tetapkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Mark-Up Anggaran Rp1 Triliun
Jokowi Kembali Turun ke Daerah: Pengamat Sebut Ini Misi Cari Selamat di Tengah Ketidakpastian Politik 2029