Pengamat: Gangguan ke Seskab Teddy Berujung Penangkapan Empat Terduga Koruptor

- Kamis, 04 Juni 2026 | 06:25 WIB
Pengamat: Gangguan ke Seskab Teddy Berujung Penangkapan Empat Terduga Koruptor

PARADAPOS.COM - Pengamat politik Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, melontarkan analisis kontroversial di media sosial pada Kamis (4/6). Ia mengaitkan penangkapan empat terduga koruptor oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kritik yang tengah dialamatkan kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Menurut Hensa, ada kemungkinan penegakan hukum tersebut merupakan bagian dari upaya pengalihan isu setelah Teddy menuai sorotan publik.

Analisis Hensa: Gangguan pada Teddy Berbuah Penangkapan?

Dalam cuitannya di akun X @satriohendri, Hensa menyampaikan premis yang cukup menohok. Ia menyebutkan bahwa jika pola ini terus berlanjut, maka mengganggu Teddy justru bisa menjadi strategi untuk memberantas korupsi.

"Bila premisnya kelak terbukti, mari ganggu Mas Teddy terus-terusan. Sekali ganggu Teddy, empat calon koruptor ditangkap," tulisnya.

Teddy Dinilai Bekerja Keras di Bawah Restu Prabowo

Hensa menegaskan bahwa Teddy Indra Wijaya bukanlah sosok yang bekerja sendiri. Setiap langkah yang diambil, menurutnya, telah melalui persetujuan Presiden Prabowo Subianto. "Dia melakukan yang pasti sudah direstui oleh Prabowo, begitu," ujarnya.

Namun, ia menyayangkan bahwa di balik kerja kerasnya, Teddy kerap menjadi sasaran kritik dan gangguan dari berbagai pihak. "Digangguin sama Pak Amien Rais lah, ada yang menuduh ini lah, ada yang menuduh itu lah," ungkap Hensa.

Kritik Dino Patti Djalal Jadi Pemicu

Sorotan terhadap Teddy memuncak setelah ia menanggapi kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Kritik tersebut menyoroti intensitas kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo yang dinilai terlalu tinggi. Respons Teddy terhadap kritik itulah yang kemudian memicu gelombang reaksi publik.

Tak berselang lama, pada Rabu (3/6), publik dikejutkan dengan kabar penangkapan tiga calon koruptor oleh Kejagung dan satu orang lainnya yang menyerahkan diri ke KPK. Hensa melihat kedekatan waktu antara kedua peristiwa ini bukanlah kebetulan belaka.

Narasi Pengalihan Isu dan Harapan Baru

Menurut Hensa, perkara penangkapan ini mungkin sengaja dikaitkan dengan kritik terhadap Teddy untuk mengalihkan perhatian publik. Ia bahkan secara sinis menyarankan agar Teddy terus "diganggu" demi hasil yang lebih besar.

"Kalau memang harus, ada hubungannya, lah, kalau Teddy digangguin, lalu, wah, ini koruptor harus ditangkapi supaya isu berubah, ya, sudah, gangguin Teddy saja," katanya.

Hensa yakin bahwa Teddy, sebagai seorang abdi negara, akan ikhlas menerima gangguan tersebut jika hasil akhirnya adalah penangkapan para koruptor. "Gua rasa demi Indonesia, Mas Teddy oke-oke saja, tuh. Itu tadi, jadi, dia susah, dia kerja keras digangguin terus. Nah, mendingan kalau kita gangguin, terus koruptor ketangkap, ya, why not," ungkapnya.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar