Rupiah Tembus Rp18.000, Spekulasi Pergantian Gubernur Bank Indonesia Menguat

- Kamis, 04 Juni 2026 | 12:50 WIB
Rupiah Tembus Rp18.000, Spekulasi Pergantian Gubernur Bank Indonesia Menguat

PARADAPOS.COM - Rupiah hari ini anjlok hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, memicu spekulasi soal perombakan di pucuk pimpinan Bank Indonesia. Sepekan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memanggil dan menegur Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat tertutup di Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu terjadi saat nilai tukar masih berada di kisaran Rp17.400 per dolar AS. Kini, setelah rupiah terus terpuruk, nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencuat sebagai kandidat pengganti Perry.

Teguran di Istana dan Respons Bank Indonesia

Dalam rapat yang berlangsung intensif tersebut, Presiden Prabowo secara langsung mempertanyakan efektivitas kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia. Sorotan utama tertuju pada langkah-langkah yang diambil otoritas moneter dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan menahan laju pelemahan mata uang nasional.

Menghadapi tekanan yang kian berat, Bank Indonesia sebenarnya sudah mengerahkan sejumlah instrumen stabilisasi. Intervensi di pasar valuta asing digencarkan, arus modal masuk diperkuat, dan pembelian dolar AS tanpa underlying transaction pun dibatasi. Bahkan, batas pembelian dolar AS per orang per bulan diturunkan menjadi maksimal US$25 ribu.

Perry Warjiyo kala itu membela diri dengan menegaskan kapasitas institusinya. Ia menyebut cadangan devisa yang dimiliki masih lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas rupiah.

"Cadangan devisa kami lebih, cukup untuk melakukan stabilisasi rupiah," kata Perry.

Namun, serangkaian langkah tersebut nyatanya belum mampu membendung arus pelemahan. Rupiah terus merosot hingga akhirnya menembus level Rp18.000 per dolar AS, memicu kekhawatiran baru di tengah pasar yang sudah gamang.

Spekulasi Suksesi dan Nama yang Mengemuka

Melemahnya rupiah hingga titik terendah itu langsung memicu spekulasi soal kemungkinan pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia. Beredar kabar bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Perry Warjiyo.

Berdasarkan dokumen yang diterima dari sumber yang diklaim dekat dengan Purbaya, pelemahan rupiah dinilai telah meningkatkan kerentanan politik bagi pemerintahan Presiden Prabowo. Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa Purbaya menilai Perry terlalu konservatif dalam melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar.

Menariknya, Purbaya dilaporkan pernah menyarankan agar Thomas Djiwandono ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia. Namun, usulan itu tidak diambil. Presiden Prabowo dikabarkan khawatir pasar akan bereaksi negatif mengingat Thomas adalah keponakannya sendiri.

Bantahan Singkat dari Purbaya

Di tengah riuh rendah spekulasi soal perombakan jabatan, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara. Melalui pesan singkat, ia membantah kabar yang menyebut dirinya akan dicopot atau mengundurkan diri dari posisi Menteri Keuangan. Bantahan itu disampaikan secara singkat dan tegas saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (4/6/2026).

"Enggak benar lah," hanya itu jawab Purbaya.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar