Gubernur Jateng Instruksikan Perbaikan Jalan Tak Asal-asalan, Prioritaskan Ruas Rusak Berat

- Jumat, 05 Juni 2026 | 10:25 WIB
Gubernur Jateng Instruksikan Perbaikan Jalan Tak Asal-asalan, Prioritaskan Ruas Rusak Berat
PARADAPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan agar seluruh proyek perbaikan jalan di provinsi tersebut dikerjakan secara profesional dan tidak asal-asalan. Pernyataan ini disampaikan di Semarang pada Jumat, 5 Juni 2026, sebagai respons terhadap banyaknya ruas jalan rusak yang membutuhkan penanganan prioritas. Luthfi menekankan pentingnya kualitas infrastruktur dan meminta jajarannya untuk mengawal ketat usulan bantuan dari pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan.

Prioritas pada Jalan Rusak Berat

Ahmad Luthfi dengan tegas meminta agar ruas jalan yang mengalami kerusakan parah menjadi skala prioritas utama. Ia menginstruksikan balai dan dinas terkait untuk segera bertindak begitu menemukan jalan berlubang atau rusak berat. "Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya," tegasnya.

Optimalisasi Anggaran dan Respons Cepat

Selain mengoptimalkan anggaran daerah, Gubernur meminta seluruh jajaran untuk secara sungguh-sungguh mengawal usulan bantuan dari pemerintah pusat, baik yang berasal dari kementerian maupun DPR RI. Menurutnya, langkah ini penting agar percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah dapat segera terwujud. Ia juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kondisi infrastruktur di wilayah masing-masing. Luthfi menambahkan bahwa berbagai keluhan yang viral di media sosial harus dijadikan bahan evaluasi agar pemerintah lebih tanggap. "Tujuannya agar percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah dapat segera terealisasi," ujarnya. Atas seluruh kritik dan masukan yang membangun, Gubernur menyampaikan apresiasi. Baginya, masukan tersebut merupakan bagian penting dari kolaborasi positif antara pemerintah dan rakyat. Upaya ini dilakukan dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, tidak hanya di bidang infrastruktur, tetapi juga sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan.

Daftar Proyek Perbaikan Jalan 2026

Berdasarkan data yang dirilis, pada tahun anggaran 2026, sejumlah ruas jalan mendapatkan prioritas peningkatan. Ruas-ruas tersebut meliputi Wiradesa-Kajen, Wanayasa-Kalibening, Brigjen Sudiarto, Jepara-Keling, Kudus-Colo, Todanan-Ngawen, dan Demak-Godong. Selain itu, proyek juga mencakup Jalan Singget atau Batas Kabupaten Grobogan-Doplang-Cepu, Kuwu-Galeh, Galeh-Ngrampal, Sirampog-Bumiayu, Pembangunan Jalur Penyelamat (Kalijambe), serta Batas Kota Salatiga-Kedungjati atau Batas Kabupaten Grobogan. Pemerintah juga melakukan rehabilitasi jalan pada ruas Pati-Tayu, Pati-Kayen-Sukolilo, Jepara-Kudus, Patikraja-Kaliori, Sidareja-Cukangleusleus, serta Karanganyar-Tawangmangu-Kalisoro. Rehabilitasi juga berlangsung di ruas Ngadirojo-Biting atau perbatasan Jawa Timur, Ngadirojo-Giriwoyo, Wonogiri-Manyaran-Blimbing, Sapuran-Kepil, Bandungsari-Panangapan, dan Bandungsari-Salem.

Rehabilitasi Jembatan

Tak hanya jalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan pekerjaan penggantian Jembatan Dengkeng di Kabupaten Klaten (Karangwuni-Batas Daerah Istimewa Yogyakarta). Di tahun yang sama, rehabilitasi dilakukan pada Jembatan Lusi Putat (lingkar utara Purwodadi), Jembatan Jurang Gowang (Kutoarjo-Bruno, Purworejo), Jembatan Kalidawe (Parakan-Patean), dan Jembatan Krompeng (Kajen-Batang).

Pemeliharaan Rutin

Di luar perbaikan besar tersebut, pemerintah juga akan melakukan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas. Selain itu, pemeliharaan juga dilakukan terhadap 26.445,77 meter jembatan provinsi.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar