Jin Ki-joo Ungkap Perjuangan Fisik dan Vokal Demi Peran Mantan Pasukan Khusus di Netflix Teach You a Lesson

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:00 WIB
Jin Ki-joo Ungkap Perjuangan Fisik dan Vokal Demi Peran Mantan Pasukan Khusus di Netflix Teach You a Lesson
PARADAPOS.COM - Aktris Jin Ki-joo mengungkap perjuangan fisik dan vokal di balik perannya sebagai Lim Han-rim, mantan anggota pasukan khusus dalam serial Netflix terbaru, "Teach You a Lesson". Dalam wawancara yang digelar pada 16 Juni lalu, ia menceritakan secara detail proses transformasinya, mulai dari mengubah nada suara hingga mempelajari teknik bela diri dari dasar. Serial yang disutradarai oleh Hong Jong-chan ini tengah menjadi perbincangan hangat karena mengangkat kisah Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) yang berani membela korban perundungan di sekolah.

Suara Khas Hasil Riset Mendalam

Salah satu elemen yang paling menonjol dari karakter Jin Ki-joo adalah suaranya yang terdengar kuat dan berbeda dari penampilan aslinya. Ternyata, hal itu bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari latihan dan observasi yang serius. “Karena Lim Han-rim di drama ini adalah mantan anggota pasukan khusus, saya berulang kali menonton dokumenter dan program yang menampilkan personel pasukan khusus sungguhan,” ungkap Jin Ki-joo. Ide untuk nada suara tersebut muncul secara spontan saat sesi latihan. Ia mengingat dengan jelas siapa yang pertama kali mencetuskan gagasan itu. “Seingat saya, senior Sung-min yang pertama kali menyarankan nada suara Lim Han-rim. Begitu didengar, semua orang langsung merasa, ‘Wah, ini unik banget!’” jelasnya. Untuk menyempurnakan karakter vokalnya, Jin Ki-joo tak segan mempelajari kebiasaan para tentara di lapangan. “Mereka punya suara ‘keras’ yang khas. Awalnya terasa asing bagi saya. Tapi setelah menonton berkali-kali, saya sadar teriakan itu bukan cuma akting atau budaya semata. Mereka pasti sudah melewati batas kemampuan melalui latihan yang sangat berat selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Latihan Bela Diri dari Nol

Tak hanya soal suara, aspek fisik juga menjadi tantangan tersendiri. Jin Ki-joo mengaku memulai latihan bela diri tanpa pengalaman sama sekali. “Setelah syuting ‘Undercover High School’, saya langsung masuk sekolah bela diri. Instrukturnya mengajari saya dari dasar banget—mulai dari posisi kaki sampai gerakan tangan,” ucap Ki-joo. Ia pun mengenang momen-momen lucu selama proses latihan. “Mungkin mereka sempat gemas mengajar saya yang lambat, tapi saya terus belajar sampai bisa. Saya berterima kasih kepada sinematografer yang berhasil mengambil gambar sehingga aksi saya terlihat sangat keren di layar,” lanjutnya. Antusiasmenya terhadap peran ini bahkan terbawa hingga ke lokasi syuting. “Saya senang sekali sudah belajar tinju duluan. Saya bahkan membawa sarung tinju pribadi saya ke lokasi syuting!” ucap Ki-joo dengan semangat.

Menggali Luka Masa Lalu Karakter

Lebih dari sekadar aksi dan suara, Jin Ki-joo juga mendalami latar belakang emosional Lim Han-rim. Karakter yang diperankannya ternyata menyimpan luka masa lalu yang mendalam. “Lim Han-rim dulunya adalah seorang siswi yang lari dari perundungan ("bullying"). Jadi, membayangkan dia harus bertahan melewati latihan yang sangat tidak masuk akal demi menjadi kuat, itu pasti perjuangan yang luar biasa berat baginya,” ujar Ki-joo. Dalam serial "Teach You a Lesson", Lim Han-rim digambarkan sebagai seorang inspektur junior dan mantan junior pasukan khusus Na Hwa-jin. Sekilas ia tampak sopan, namun di balik itu ia adalah sosok yang berani dan tak bisa dihentikan begitu mengambil keputusan. Ia tanpa henti mengejar apa yang dianggapnya benar dan memiliki kepedulian tulus terhadap para korban. Serial yang tengah naik daun ini mengisahkan perjuangan Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) dalam menindak tegas pelaku perundungan dan memperbaiki sistem sekolah yang rusak. Drama ini disutradarai oleh Hong Jong-chan, yang sebelumnya sukses lewat "Juvenile Judgment" dan "Dear My Friends".

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar