Ratusan Pengunjung Padati Jakfestival Ancol 2026, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Perayaan HUT ke-499 DKI

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00 WIB
Ratusan Pengunjung Padati Jakfestival Ancol 2026, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Perayaan HUT ke-499 DKI
PARADAPOS.COM - Ratusan pengunjung dari berbagai daerah memadati Bundaran Symphony of The Sea di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Mereka datang untuk menyaksikan parade mobil hias dan beragam tarian khas Jakarta yang menjadi sajian utama dalam gelaran Jakfestival Ancol 2026. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan menuju lima abad Jakarta sekaligus memperingati HUT ke-499 DKI Jakarta.

Karnaval Budaya dan Ekonomi Kreatif di Panggung Ancol

Perhelatan ini bukan sekadar pesta rakyat biasa. Jakfestival dirancang sebagai karnaval budaya dan ekonomi kreatif yang menyatukan unsur tradisi dengan inovasi lokal. Sepanjang rute parade, ribuan mobil hias berjalan perlahan memanjakan mata pengunjung. Setiap kendaraan menampilkan berbagai produk properti intelektual atau intellectual property (IP) lokal milik Indonesia. Beberapa IP yang dihadirkan antara lain film "Pelangi di Mars", "Trungtung", "Robot Cimot", "Jekate", hingga Persija Jakarta. Tak hanya itu, parade juga menyisipkan kampanye pilah sampah untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah di ibu kota. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan tarian khas Jakarta yang dihiasi peragaan ondel-ondel, ikon budaya Betawi yang tak pernah absen menyita perhatian.

Transformasi Ancol Menuju Panggung Global

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengungkapkan bahwa gelaran Jakfestival tahun ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, acara ini menjadi poin penting dalam proses transformasi Ancol sebagai panggung Jakarta dan panggung global. Hal itulah yang mendorong pihaknya untuk mengedepankan produk IP lokal dalam parade kali ini. “Jadi, "into the future" kita berpikir bahwa jika Ancol ini bisa berkemas, bisa lebih relevan terhadap keinginan daripada masyarakat Jakarta, insyaallah mudah-mudahan Pemprov kegiatan-kegiatannya akan selalu diadakan di Ancol ini,” katanya. Syahmudrian menyebut bahwa Jakfestival tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat di Ancol dalam rangka perayaan HUT Jakarta. Mengenai alasan acara tidak digelar tepat pada 22 Juni, ia menjelaskan bahwa padatnya agenda perayaan di Jakarta menjadi pertimbangan utama. “Jadi begini, Jakarta ini pada saat tanggal 22 itu banyak banget kegiatannya. Dari pagi, jam 07.00 pagi sampai dengan malam, itu banyak banget. Jadi kalau umpamanya Ancol ini dibikin salah satu kegiatan lagi, ini jadi kita bingung menempatkannya tuh di mana, seperti itu,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa banyak lokasi menarik lain di Jakarta yang juga menjadi fokus pemerintah daerah. “Saya pikir Pak Gub dan Pemprov (DKI Jakarta) mempunyai prioritas-prioritas yang lebih sehingga akan menempatkan program-program itu yang sepertinya sudah didesain sebelumnya,” ujarnya.

Ancol Bukan Sekadar Tiket, Melainkan Kenangan

Lebih jauh, Syahmudrian berharap Ancol ke depannya tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata semata. Ia ingin kawasan ini dikenal sebagai ekosistem hiburan yang mampu memberikan nilai lebih, khususnya kesan dan pengalaman bagi setiap pengunjung. “Gini, Ancol ini tidak hanya sekedar kawasan bagi kami untuk seperti menjual tiket. Kita pengin Ancol ini menjadi suatu "integrated leisure ecosystem". Maksudnya itu, kita ingin menjual pengalaman. Kita ingin "mencreate" memori di sini,” jelasnya. Menurutnya, kesan dan pengalaman jauh lebih berharga dibandingkan sekadar berwisata. Ia menginginkan para pengunjung bisa menempatkan Ancol di hati mereka dengan kesan bahagia, kebersamaan, serta pengalaman bersama keluarga maupun orang terkasih. “Kita ingin orang pada saat datang ke Ancol ini dari dalam hatinya itu dia ingin membuat suatu memori yang baik. Dia ingin menciptakan kenangan yang indah bersama keluarganya, dengan orang terkasihnya, atau dengan siapapun juga mereka berada di Ancol ini. Pada saat dia pulang, dia sudah lebih berbahagia. Ini sebenarnya cita-cita kami ke depan,” ungkapnya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar